Tampilkan postingan dengan label Matematika kelas 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika kelas 1. Tampilkan semua postingan

Fungsi

Suatu pemetaan / fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi khusus sedemikian rupa sehingga, setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota B.

ditulis f : A ® B

  1. Himpunan A disebut DOMAIN fungsi, dan himpunan B disebut CODOMAIN fungsi.

  2. Bila a Î A, maka b Î B yang menyatakan pasangan dari A, disebut image (peta) dari A.

    ditulis f(a) = b

  3. Kumpulan dari image-image a Î A di B, membentuk range fungsi.

    range = f(A)
READ MORE - Fungsi

Relasi

Hubungan/relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B.

A. SEBUAH RELASI R TERDIRI DARI:
  1. Himpunan A
  2. Himpunan B
  3. Sebuah kalimat terbuka P(x,y) yang menyatakan hubungan antara himpunan A dengan himpunan B.
    Dimana x bersesuaian dengan a Î A dengan y bersesuaian dengan b Î B.
    ® Bila P(a,b) betul maka a berelasi dengan b. Ditulis a R b
    ® Bila tidak demikian maka a R b
B. SEBUAH RELASI DAPAT DINYATAKAN DENGAN:
  1. Himpunan Pasangan Berurutan (a,b)
  2. Kalimat terbuka P(x,y)
  3. Diagram cartesius ( diagram A x B )
  4. Diagram panah

    ® bila R adalah sebuah relasi, maka himpunan dari relasi ini adalah:

    R = {(a,b) ½ a Î A; b Î B; P(a,b) adalah betul}

    Ket: Jika A=B, maka P(x,y) mendefinisikan sebuah relasi di dalam A.

    contoh :

    R = (A,B, P(x,y))
    A = {2,3,4}
    B = {3,4,5,6}
    P(x,y) menyatakan x pembagi y

    Himpunan penyelesaian relasi ini adalah

    a. Himpunan pasangan berurutan

    R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)}
RELASI INVERS

Setiap Relasi dari A ke B, mempunyai relasi R-1 dari B ke A yang didefinisikan sebagai

R-1 = {(b,a) ½ (a,b) Î R}

contoh:

A = {1,2,3}; B = {a,b}
R = {(1,a), (1,b), (3,a)} relasi dari A ke B
R-1 = {(a,1), (b,1), (a,3)} relasi invers dari B ke A

DOMAIN DAN RANGE

Domain (daerah asal) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen pertama dari pasangan berurutan elemen R.

Domain = { a ½ a Î A, (a,b) Î R }

Range (daerah hasil) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen kedua dari pasangan berurutan elemen R.

Range = {b ½ b Î B, (a,b) Î R}

contoh:

A = {1,2,3,4} ; B = {a,b,c}
R = {(2,a) ; (4,a) ; (4,c)}
Domain = {2,4}
Range = {a,c}

READ MORE - Relasi

Jenis-Jenis Pertidaksamaan

A. PERTIDAKSAMAAN LINIER (PANGKAT SATU)

Adalah pertidaksamaan yang salah satu atau kedua ruasnya mengandung bentuk linier dalam x.

Penyelesaian:
Letakkan variabel x di ruas tersendiri terpisah dari konstanta-konstanta.

Contoh :

2x - 3 > 5 ® 2x > 5 + 3
ijgeiirjirijrigir j 2x > 8
gehghhejehh2x > 2

gambar

B. PERTIDAKSAMAAN IRASIONAL (BENTUK AKAR)

Adalah pertidaksamaan yang variabelnya ada di dalam tanda akar.

Penyelesaian:

  • Susunlah dahulu bila kedua ruas seimbang.
    (Bila ada dua tanda akar letakkan satu di ruas kiri, satu di ruas kanan; bila ada tiga tanda akar letakkan satu di ruas kiri, dua di ruas kanan atau sebaliknya).

  • Kuadratkan kedua ruasnya.
    (tanda tidak berubah karena yang dikuadratkan adalah bilangan positif).

  • Selesaikan pertidaksamaannya ................. (1)
    syarat: bilangan di bawah tanda akar harus non negatif (³ 0)...(2)
    (pembicaraan adalah mengenai bilangan riil)

  • Jawabannya adalah yang memenuhi syarat (1) dan (2) di atas.

Contoh:

1. Ö(x-2) < 2
® kuadratkan
x - 2 < 4
x < 6
® syarat :
x - 2 ³ 0
x ³ 2


2 £ x <>

2. Ö(-x + 3) - Ö(2x + 1) > 0

seimbangkan

Ö
(-x+3) > Ö(2x+1)

®
kuadratkan
-x + 3 > 2x + 1
3x < 2
x < 2/3

® syarat :
-x + 3 ³ 0 ® x £ 3
dan
2x + 1 ³ 0 ® x ³ -1/2


-1/2 £ x < 2/3

C. PERTIDAKSAMAAN KUADRAT (PANGKAT DUA)

Yaitu pertidaksamaan dalam x yang bentuk umumnya :
ax² + bx + c > 0 dengan a, b, c konstanta; a ¹ 0.

Penyelesaian:

  • Jadikan ruas kanan = 0
  • Jadikan koefisien x² positif (untuk memudahkan pemfaktoran)
  • Uraikan ruas kiri atas faktor-faktor linier.
  • Tetapkan nilai-nilai nolnya
  • Tetapkan tanda-tanda pada garis bilangan
  • Jawaban didapatkan dari hal-hal yang ditanyakan dan terlukiskan pada garis bilangan
    (bila ditanyakan > 0, maka yang dimaksud adalah daerah +,
    bila ditanyakan < 0, maka yang dimaksud adalah daerah -).

contoh:

x² + x - 2 > 0
(x + 2) (x - 1) > 0


x < -2 atau x > 1

D. PERTIDAKSAMAAN PECAHAN

Yaitu pertidaksamaan dalam x yang penyebutnya mengandung variabel x.

Penyelesaian:

  • Pindahkan semua bilangan keruas kiri, jadikan ruas kanan = 0
    (ingat! tidak diperkenankan mengali silang, karena tanda pertidaksamaan tidak dapat ditentukan berubah/tidak)
  • Samakan penyebutnya sehingga pecahan dapat disederhanakan.
  • Selanjutnya, sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Syarat: penyebut pecahan ¹ 0

contoh :


-8 £ x <1

(2x + 7)/(x - 1) £ 1
(2x + 7)/(x - 1) - 1 £ 0
(2x + 7)/(x - 1) - (x - 1)/(x - 1) £ 0 ® (x + 8)/(x - 1) £ 0

syarat : penyebut (x-1) ¹ 0
x ¹ 1

E. PERTIDAKSAMAAN DERAJAT TINGGI (Derajat > 3)

Penyelesaian:

  • Terlebih dahulu usahakan disederhanakan. Bila ada bentuk kuadrat yang definit (selalu) bernilai positif ( D <> 0) langsung dapat dihilangkan.Tanda pertidaksamaan tetap.
    Bila ada bentuk kuadrat yang definit negatif ( D <> dapat dihilangkan asal tanda pertidaksamaannya berubah.

  • Selanjutnya sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Dengan catatan, tanda pada garis bilangan akan berubah jika melewati harga nol yang tunggal (rangkap ganjil) dan tanda akan tetap jika melewati harga nol yang rangkap genap.

contoh:

  1. (x - 1/2) (x² - 3x - 4) (x² - 6x + 9) < 0
    (x -1/2) (x - 4) (x - 1) (x - 3)² < 0



    x < 1 atau 1/2 < x < 3 atau 3 < x < 4


  2. (3x² + x + 2)/(x² + 4x - 12) > 0
    Bentuk (3X² + X + 2) adalah definit (selalu bernilai) positif, karena:
    D = (1)² - 4(3)(2) = -23 dan a = 3
    D <> 0
    Sehingga (3x² + x + 2) dapat dihilangkan, soal menjadi

    (+)/(X² + 4X - 12) > 0 ® (+)/(X + 6) (X - 2) > 0


    X < -6 atau X > 2

F. PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK

Yaitu pertidaksamaan dimana variabelnya berada di dalam tanda mutlak.

Batasan : |x| = x jika x > 0
0 jika x = 0
-x jika x < style="font-family:Symbol;">³
0

masalah : menghilangkan tanda mutlak.

Penyelesaian:

Untuk a > 0

½x½< a « -a <>
½x½ > a « x < -a atau x > a
½x½ = a « x = ±a

secara umum:

menghilangkan tanda mutlak adalah dengan mengkuadratkan kedua ruas

atau

|x| < face="Symbol">® x² < face="Symbol">® x² - a² < face="Symbol">® (x-a)(x+a) < face="Symbol">® -a <>

|x| > a ® x² > a² ® x² - a² > 0 ® (x-a)(x+a) > 0 ® x<-a atau x>a

keterangan:

|x| < -a TM
|x| > -a "x

|a/b| < face="Symbol">« |a| <>

READ MORE - Jenis-Jenis Pertidaksamaan

Cara Menentukan Penyelesaian Beberapa Garis Bilangan

Andaikan a < b

1. UNTUK BATAS TUNGGAL

f(x) = (x - a) (x - b)

f(x) < 0 untuk a < x < b
f(x) > 0 untuk x <> b

HAL KHUSUS

Bila koefisien x² adalah (+), dan dapat difaktorkan, maka perubahan tanda adalah sebagai berikut:

(+) | (-) | (+)

Bila koefisien x² adalah (-), dan dapat difaktorkan, maka perubahan tanda adalah sebagai berikut :

(-) | (+) | (-)

2. UNTUK BATAS RANGKAP

f(x) = (x - a)² (x - b)
f(x) = (x - a) (x - b)²
(-) || - | (+)
a b
(-) | - || (+)
a b
f(x) <> ¹ a
f(x) > 0 untuk x > b
f(x) < 0 untuk x < a
f(x) untuk x > a ; x
¹ b

Ket :

bila melewati batas tunggal (rangkap ganjil) maka tanda pada interval berikutnya berubah, bila melewati batas rangkap genap maka tanda pada interval berikutnya tetap.


READ MORE - Cara Menentukan Penyelesaian Beberapa Garis Bilangan

Garis Bilangan

Dipergunakan untuk mengetahui nilai (+/-) suatu fungsi pada interval tertentu.

Batas pada garis bilangan didapat dari harga nol fungsi (angka yang menjadikan fungsi bernilai 0), sehingga fungsi bernilai nol pada batas tersebut, dan bernilai (+/-) pada interval lainnya.

Untuk menentukan nilai (+/-) suatu fungsi dalam suatu interval, langkah pertama adalah mencari nilai nolnya sebagai batas interval pada garis bilangan, kemudian substitusi sembarang bilangan yang mewakili suatu interval.

Untuk memudahkan mengetahui daerah (+/-) biasanya dicek angka 0 atau daerah yang diuji adalah daerah paling kanan (bilangan besar sekali) sehingga tanda (+/-) cukup dengan melihat hasil perkalian/pembagian tanda dari koefisien variabel.

Bila hasil substitusi tersebut bernilai positif maka interval di mana bilangan itu berada adalah juga bernilai positif, bila hasil substitusi tersebut bernilai negatif maka interval di mana bilangan itu berada juga bernilai negatif.

READ MORE - Garis Bilangan

Sifat-Sifat pertidaksamaan

Antara dua bilangan a dan b terdapat hubungan :

a > b ; a = b atau a <>

  • a > b ® a - b > 0
    a = b ® a - b = 0
    a < face="Symbol">®
  • a - b <>prinsip: nilai bilangan harus jelas positif, nol atau negatif


  • a + b < face="Symbol">® a + b - c <>atau

    c-a-b>0


  • Ditambah/Dikurangi dengan bilangan yang sama

    a <> ® { a + c <>
    a - c <>


  • Dikali/Dibagi dengan bilangan positif yang sama

    a <> } ® { ac <>
    c > 0 a/c <>

    Tanda tetap


  • Dikali/dibagi dengan bilangan negatif yang sama

    a <> } ® { ad > bd TANDA BERUBAH
    d <> a/d > b/d


  • Pangkat Genap

    a > 0 ; b > 0 } ® a² <>TANDA TETAP
    a <>

    a <> } ® a² > b² TANDA BERUBAH
    a <>


  • Pangkat Ganjil

    a < face="Symbol">® { a³ <> ® TANDA TETAP
    a5 <>5
    a7 <>7


  • Kebalikan

    a > 0 ; b > 0 } ® 1/a > 1/b TANDA BERUBAH
    a <>

    a <> } ® 1/a > 1/b TANDA BERUBAH
    a <>
  • READ MORE - Sifat-Sifat pertidaksamaan

    Bentuk-Bentuk Simetris Akar-Akar Persamaan Kuadrat

    Suatu bentuk aljabar disebut simetris, seperti x² + y², jika x dan y dipertukarkan tempatnya menjadi y² + x², maka nilainya sama dengan bentuk semula.

    Dalam hal ini kita merubah bentuk yang diberikan menjadi bentuk (X1+X2) atau (X1.X2)

    1. X1² + X2²

    = (X1 + X2)² - 2X1.X2
    = (-b/a)² + 2(c/a)

    2. X1³ + X2³

    = (X1+X2)³ - 3X1X2(X1+X2)
    = (-b/a)³ - 3(c/a)(-b/a)

    3. X14 + X24

    = (X1²+X2²)² -(X1²X2²)
    = [(X1+X2)² - 2X1X2]² - 2(X1X2)²
    = [(-b/a)² - 2(c/a)]² - 2(c/a)²

    4. X1²X2 + X1X2²

    = X1X2(X1+X2)
    = c/a (-b/c)

    5. 1/X1 + 1/X2

    = (X1+X2)/X1+X2
    = (-b/a)/(c/a)
    = -b/c

    6. X1/X2 + X2/X1

    = (X1²+X2²)/X1X2
    = ((X1+X2)²-2X1X2)/X1X2

    7. (X1-X2)²

    = (X1+X2)² - 4X1X2 atau [ÖD/a]² = D/a²

    8. X1² - X1² = (X1+X2)(X1-X2)
    = (-b/a)(ÖD/a)

    Bedakan Istilah

    Jumlah Kuadrat : (X1²+X2²)

    dengan

    Kuadrat Jumlah (X1+X2

    READ MORE - Bentuk-Bentuk Simetris Akar-Akar Persamaan Kuadrat

    Perluasan Untuk Akar-Akar Nyata

    1. Kedua akar nyata berlawanan

    Maksudnya : X1 = -X2

    syarat : D > 0
    X1 + X2 = 0 ® b = 0

    Ket: X1 + X2 = 0 ® -b/a = 0 ® b = 0


    2. Kedua akar nyata berkebalikan

    Maksudnya : X1 = 1/X2

    syarat : D ³ 0
    X1 . X2 = 1 ® a = c

    Ket: X1 . X2 = 1 ® c/a = 1 ® a = c


    3. Kedua akar nyata positif

    Maksudnya : X1 > 0 ; X2 > 0

    syarat : D ³ 0
    X1 + X2 > 0
    X1 . X2 > 0


    4. Kedua akar nyata negatif

    maksudnya : X1 < 0 ; X2 < 0

    syarat: D ³ 0
    X1 + X2 < 0
    X1 . X2 > 0


    5. Kedua akar nyata berlainan tanda

    Maksudnya : X1 > 0 ; X2 < 0

    syarat : D > 0
    X1 . X2 < 0

    Ket: bentuk X1 + X2 bukan merupakan syarat karena hasil dari X1 + X2 tandanya tidak pasti


    6. Kedua akar rasional

    Maksudnya : X1 dan X2 bukan berbentuk Ö

    syarat : D = bentuk kuadrat
    D = (0,1,4,9,16,25...)

    Ket: D= bentuk kuadrat akan menghilangkan tanda Ö , sehingga X1 dan X2 rasional
    READ MORE - Perluasan Untuk Akar-Akar Nyata

    Sifat-Sifat Akar Persamaan Kuadrat

    Misalkan persamaan kuadrat ax² + bx + c = 0 dengan x1 dan x2 adalah akar-akarnya.

    Dengan menggunakan akar-akar persamaan kuadrat dari rumus ABC, yaitu:

    X1 = (-b+ÖD)/2a dan X2 = (-b-ÖD)/2a

    didapat hubungan
    X1 + X2 = -b/a

    X1.X2 = c/a

    X1 - X2 = ÖD/a
    READ MORE - Sifat-Sifat Akar Persamaan Kuadrat

    Kemungkinan Jenis Akar Ditinjau Dari Nilai Diskriminan

    1. D > 0

      x1 = (-b+ÖD)/2a ; x2 = (-b-ÖD)/2a

      PK mempunyai dua akar nyata berbeda


    2. D = 0

      x1 = x2 = -b/2a

      PK mempunyai dua akar nyata yang sama

      tt

    3. D <>

      Tidak ada harga x yang memenuhi, PK tidak mempunyai akar nyata.

    syarat akar nyata/ada/riil : D ³ 0

    READ MORE - Kemungkinan Jenis Akar Ditinjau Dari Nilai Diskriminan

    Menyelesaikan Persamaan Kuadrat

    Bentuk umum : ax² + bx + c = 0

    x variabel; a,b,c konstanta ; a ¹ 0

    Menyelesaikan persamaan kuadrat berarti mencari harga x yang memenuhi persamaan kudrat (PK) tersebut (disebut akar persamaan kuadrat). Suatu bilangan disebut akar dari suatu persamaan berarti bilangan tersebut memenuhi persamaan.

    Andaikan x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat, maka x1 dan x2 dapat ditentukan dengan cara

    1. Memfaktorkan

      ax² + bx + c = 0 ® ax² + bx + c = 0 ® a (x + p/a) (x + p/a) = 0
      ®
      x1 = - p/a dan x2 = - q/a

      dengan p.q = a.c dan p + q = b

    2. Melengkapkan bentuk kuadrat
      persamaan kuadrat tersebut dibentuk menjadi
      (x + p)² = q² ® x + p = ± q
      x1 = q - p dan x2 = - q - p

    3. Rumus ABC
      ax² + bx + c = 0 ® X1,2 = ( [-b ± Ö(b²-4ac)]/2a

      bentuk (b² - 4ac) selanjutnya disebut DISKRIMINAN (D) sehingga
      sehingga X1,2 = (-b ± ÖD)/2a
    READ MORE - Menyelesaikan Persamaan Kuadrat

    Skema Bilangan

    1. Himpunan bilangan asli
      Himpunan bilangan asli adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya merupakan bilangan bulat positif.

      N = {1,2,3,4,5,6,......}

    2. Himpunan bilangan prima
      Himpunan bilangan prima adalah himpunan bilangan-bilangan asli yang hanya dapat dibagi dirinya sendiri dan satu, kecuali angka 1.

      P = {2,3,5,7,11,13,....}

    3. Himpunan bilangan cacah
      Himpunan bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya merupakan bilangan bulat positif digabung dengan nol.

      C = {0,1,2,3,4,5,6,....}

    4. Himpunan bilangan bulat
      Himpunan bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya seluruh bilangan bulat, baik negatif, nol, dan positif.

      B = {...,-3,-2,-1,0,1,2,3,...}

    5. Himpunan bilangan rasional
      Himpunan bilangan rasional adalah himpunan bilangan yang anggota-anggonya merupakan bilangan yang dapat dinyatakan sebagai:
      p/q dimana p,q Î bulat dan q ¹ 0 atau dapat dinyatakan sebagai suatu desimal berulang.

      contoh: 0,-2, 2/7, 5, 2/11, dan lain lain

    6. Himpunan bilangan irasional
      Himpunan bilangan irasional adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya tidak dapat dinyatakan sebagai sebagai p/q atau tidak dapat dinyatakan sebagai suatu desimal berulang.

      contoh: log 2, e, Ö7

    7. Himpunan bilangan riil
      Himpunan bilangan riil adalah himpunan yang anggota-anggotanya merupakan gabungan dari himpunan bilangan rasional dan irasional.

      contoh: log 10, 5/8, -3, 0, 3

    8. Himpunan bilangan imajiner
      Himpunan bilangan imajiner adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya merupakan i (satuan imajiner) dimana i merupakan lambang bilangan baru yang bersifat i² = -1

      contoh: i, 4i, 5i

    9. Himpunan bilangan kompleks
      Himpunan bilangan kompleks adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya (a + bi) dimana a, b Î R, i² = -1, dengan a bagian riil dan b bagian imajiner.

      contoh: 2-3i, 8+2
    READ MORE - Skema Bilangan

    Operasi Pada Himpunan

    1. Gabungan (union) notasi : È

      Gabungan dari dua himpunan A dan B adalah himpunan yang terdiri dari semua elemen yang menjadi anggota A atau menjadi anggota B.

      A È B = { x | x Î A atau x Î B }


      contoh:
      A = {1,2,3}
      B = {0,2,4}
      Maka A È B = {0,1,2,3,4}


    2. Irisan (intersection) notasi : Ç

      Irisan dari dua himpunan A dan B adalah himpunan yang terdiri dari semua elemen persekutuan dari himpunan A dan B.

      A Ç B = { x | x Î A dan x Î B }


      contoh:
      A={1,2,3,4}
      B={3,4,5}
      maka A Ç B = {3,4}


    3. Selisih notasi : -

      Selisih antara dua himpunan A dan B adalah himpunan yang terdiri dari semua anggota A yang bukan anggota B.

      A - B = { x | x Î A dan x Ï B }



      contoh:
      A = {1,2,3,4,5}
      B = {2,4,6,7,10}
      Maka A - B = {1,3,5}

      _
    4. Komplemen notasi: A', Ac, A

      Komplemen dari himpunan A adalah himpunan yang terdiri dari semua anggota himpunan S yang bukan anggota A.

      A' =
      { x | x Î S dan x Ï A }


      contoh:
      S = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}
      A = {1,2,3,4,5}
      Maka A' = {6,7,8,9,10}
    READ MORE - Operasi Pada Himpunan

    Hubungan Antar Himpunan

    1. Himpunan bagian notasi : Ì atau É

      Himpunan A adalah himupnan bagian dari himpunan B, jika setiap anggota A adalah anggota B.

      Ditulis : A Ì B
      f atau B É A

      contoh:
      A={a,b}; B={a,b,c}; C={a,b,c,d}
      maka A Ì B ; A Ì C ; B Ì C

      ketentuan :

      • himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari sembarang
      • himpunan ( f Ì A )himpunan A adalah himpunan bagian dari
      • himpunan A sendiri ( A Ì A)jika anggota himpunan A ada sebanyak n, maka banyaknya himpunan bagian dari A adalah HB = 2n

      HB = 2n

      contoh:
      jika A = {a,b,c}
      maka himpunan bagian dari A adalah :
      {a}, {b}, {c}, {a,b}, {a,c}, {b,c}, {a,b,c} dan f


      seluruhnya ada 2³ = 8

      POWER SET 2s
      himpunan yang elemennya adalah himpunan-himpunan bagian dari S

      contoh:
      S = {a,b,c}
      2s = { {a}, {b}, {c}, {a,b}, {a,c}, {b,c}, {a,b,c}, f }


    2. Himpunan sama ttttttttttt notasi : =

      Dua himpunan A dan B adalah sama, jika setiap elemen A adalah elemen B, dan setiap elemen B adalah elemen A.


      Ditulis A = B

      contoh:
      K = {x | x²-3x+2=0}
      L = {2,1}
      maka K = L


    3. Himpunan lepas ttttttttttt notasi : //

      Dua himpunan A dan B disebut saling lepas, jika himpunan A tidak mempunyai anggota persekutuan dengan himpunan B
      .

      Ditulis A // B

      contoh:
      A = {a,b,c}
      B = {k,l,m}
      Maka A // B
    READ MORE - Hubungan Antar Himpunan

    Istilah-Istilah

    1. Elemen (Anggota) notasi : Î
      setiap unsur yang terdapat dalam suatu himpunan disebut
      elemen/anggota himpunan itu.
      contoh:
      A ={a,b,c,d}
      a Î A (a adalah anggota himpunan A)
      e Ï A (e bukan anggota himpunan A)


    2. Himpunan kosong 9999999999999notasi : f atau {}
      yaitu himpunan yang tidak mempunyai anggota
      contoh :
      A = { x | x² = -2; x riil}
      A =
      f


    3. Himpunan semestafgf fgfgfgfggffgfnotasi : S
      yaitu himpunan yang memuat seluruh objek yang dibicarakan
      contoh :
      K = {1,2,3}
      S = { x | x bilangan asli } atau
      S =
      { x | x bilangan cacah } atau
      S =
      { x | x bilangan positif } dsb.
    READ MORE - Istilah-Istilah

    Cara Menyatakan Himpunan

    PENGERTIAN

    Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas.

    Contoh:

    • Himpunan siswi kelas III SMU Tarakanita tahun 1999-2000 yang nilai IQ-nya diatas 120.
    • Himpunan bilangan-bilangan bulaT diantara 10 dan 500 yang habis dibagi 7

    Himpunan hanya membicarakan objek-objek yang berlainan saja.

    1. Metode Roster
      yaitu dengan menuliskan semua anggota himpunan di dalam
      tanda kurung {...........}
      contoh: himpunan bilangan ganjil N = {1,3,5,7,9,.......}

    2. Metode Rule
      yaitu dengan menyebutkan syarat keanggotaannya
      contoh: N = {x½x adalah bilangan asli}
    READ MORE - Cara Menyatakan Himpunan