Tampilkan postingan dengan label Statistika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Statistika. Tampilkan semua postingan

Ukuran Penyebaran statistika

JANGKAUAN (RANGE) Notasi: J

Untuk data yang tidak dikelompokkan, jangkauan adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil. Untuk data yang dikelompokkan, jangkauan adalah selisih antara titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah.


KUARTIL
Notasi: q

Kuartil membagi data (n) yang berurutan atas 4 bagian yang sama banyak.

------|------|-------|-------
Q1 Q2 Q3

Q1 = kuartil bawah (1/4n )
Q2 = kuartil tengah/median (1/2n)
Q3 = kuartil atas (1/4n )

Untuk data yang tidak dikelompokkan terlebih dahulu dicari mediannya, kemudian kuartil bawah dan kuartil atas.

Untuk data yang dikelompokkan rumusan kuartil identik dengan rumusan mencari median.

Q1 = L1 + [(1/4n - (å f)1)/fQ1] . c

Q3 = L3 + [(3/4n - (å f)3)/fQ3] . c


DESIL Notasi: D

Desil membagi data (n) yang berurutan atas 10 bagian yang sama besar. (D,, D2, D3, . . . . . . , D9)

Di = Li + ((i/10)n - (å f)i)/fi . c


PERSENTIL
Notasi: P

Persentil membagi data (n) yang berurutan atas 100 bagian yang sama besar. (P1, P2, P3, . . . . . . ,P99)

Pi = Li +( i/100 n - (åf)i)/fi . c

Cara mencari Desil dan Persentil identik dengan cara mencari kuartil.


SIMPANGAN

SIMPANGAN KUARTIL Notasi: Qd
(JANGKAUAN SEMI INTERKUARTIL)

Qd = (Q3 - Q1) / 2

SIMPANGAN BAKU Notasi: S
(STANDAR DEVIASI)

S = Ö((åfi(xi-x bar)²)/n)


atau CARA CODING
___________________
S = Ö fidi² / n) - (fidi/n)²
__________________
= c Ö (å fiui² / n) - (fiui/n)²


RAGAM (VARIANSI)
Notasi:


KOEFISIEN KERAGAMAN V = S / x bar . 100%


Contoh:

1. Data tidak dikelompokkan
Diketahui data

95, 84, 86, 90, 93, 88, 97, 98, 89, 94

Data diurutkan terlebih dahulu, menjadi:
84 86 818 89 90 93 94 915 97 98

Q1 = 88 ; Q2 = 90 93 ; Q3 = 95

a. Jangkauan J = 98 - 84 = 14

b. Kuartil Q1=88 ; Q2 = (90+93)/2 = 91,5 ; Q3 = 95

Simpangan kuartil = Qd = (95 - 88) / 2 = 3,5


c. Rata-Rata

= (88+86+88+89+90+93+95+97+98)/10 = 91,4

Simpangan baku = Ö(((84-91,4)² + ...... + (98-91,4)²)/10) = 4,72

2. Data dikelompokkan

Skor
Titik Tengah
Frekuensi
50-54
52
4
55-59
57
6
60-64
62
8
65-69
67
16
70-74
72
10
75-79
77
3
80-84
82
2
85-89
87
1


n = 50

a. Jangkauan = Titik tengah kelas tertinggi - Titik tengah kelas terendah = 87-52 =35

b. Kuartil bawah (¼n )

Q1 =
59,5 + ((12,5 - 10)/8 . (5)) = 61,06

Kuartil bawah (¾n )


Q3 = 69,5 + (37,5 - 34)/10 . 5 = 71,25

Simpangan Kuartil

Qd = (Q3 - Q1) / 2 = (71,25 - 61,06) / 2 = 5,09

c. Rata-rata
_
x = ((4)(52) + (6)(57) + ... + (1)(870)
/ 50 = 66,4

d. Simpangan Baku

___________________________________
Ö((52-66,4)² + ...... + (87-66,4)²)/50 = 7,58

CATATAN:

  • Bila pada suatu kumpulan data, setiap data ditambah / dikurangi dengan suatu bilangan, maka:
    - nilai statistik yang berubah: Rata-rata, Median, Modus, Kuartil.
    - nilai statistik yang tetap : J angkauan, Simpangan Kuartil, Simpangan baku.

  • Bila pada suatu kumpulan data, setiapp data dikali ldibagi dengan suatu bilangan, maka: semua nilai statistiknya berubah.
  • READ MORE - Ukuran Penyebaran statistika

    Ukuran Pemusatan Untuk Data Yang Digolongkan

    1. RATA-RATA

      _
      x = å(fi.xi)
      x

      xi
      fi
      åf = n
      = titik tengah kelas ke i
      = ½(batas bawah + batas atas)
      = frekuensi kelas ke i = jumlah seluruh data

      MENGHITUNG RATA-RATA DENGAN MENGGUNAKAN RATA-RATA SEMENTARA

      _
      x = xo + å (fi.ui)/n . c

      xa
      fi
      ui

      n
      c
      = rata-rata sementara
      = frekuensi kelas ke i
      = simpangan kelas ke i terhadap kelas rata-rata sementara
      = banyaknya data
      = interval kelas = panjang kelas
      = lebar kelas = tepi atas-tepi bawah


    2. MEDIAN

      Median = L2 + 1/2n - (åf)2 . c
      f med

      L2

      (åf)2


      f med
      n
      c
      = tepi bawah kelas median
      = jumlah frekuensi kelas yang lebih rendah dari kelas median
      = frekuensi kelas median
      = banyaknya data
      = interval kelas


    3. MODUS

      Modus = Lo + D1/(D1+D2)
      Lo
      D1


      D
      2


      c
      = tepi bawah kelas modus
      = kelebihan frekuensi kelas modus terhadap frekuensi kelas yang lebih rendah
      = kelebihan frekuensi kolas modus terhadap frekuensi kelas yang lebih tinggi
      = interval kelas

    Contoh:

    Tinggi
    xi
    fi
    ui
    di
    fixi
    fiui
    fidi
    151-155
    153
    5
    -2
    -10
    725
    -10
    -50
    156-160
    158
    20
    -1
    -5
    3160
    -20
    -100
    161-165
    163
    42
    0
    0
    6846
    0
    0
    166-170
    168
    26
    1
    5
    4368
    26
    130
    171-175
    173
    7
    2
    10
    1211
    14
    70
    Jumlah

    100


    16350
    10
    50

    a. Rata-rata
    _
    x = å (fi.xi)/n = 16350 / 100 = 163,5
    dengan rata-rata sementara

    _
    x = xo + å (fi.xi)/n . c = 163 + 10/100. 5
    = 163 + 0,50 = 163,50
    atau
    _
    x = xo + å (fi.di)/n = 163 + 50/100 = 163 + 0,50

    Ket: Rata-rata sementara xo biasanya diambil dari titik tengah kolas dimana frekuensinya terbesar. (d=u.c)

    b. Median

    = L2 +1/2n - (åf)2 . c = 160,5 + ((1/2)(100)-(5+20))/42 . 5
    f med

    = 163, 48

    c. Modus

    = Lo + (d1/(d2+d1)) . c
    = 160,5 + ((42-20) / (42-20)+(42-26)) . 5 = 163,39

    READ MORE - Ukuran Pemusatan Untuk Data Yang Digolongkan

    Ukuran Pemusatan Untuk Data Yang Tidak Digolongkan

    Untuk sekelompok data yang diperoleh, yaitu x1, x2, x3, . . . . . . , x maka dapat ditentukan:

    1. RATA-RATA (MEAN) (notasi: x dibaca : x bar)
      _
      x = (x1+x2+.....+xn)/n = å xi / n = å (fi.xi) / n dimana åfi = n

      ~
    2. MEDIAN (notasi: x )
      Adalah
      nilai tengah dari data yang telah diurutkan menurut besarnya.

      Dengan ketentuan:
      Jika banyak data ganjil, maka median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan.

      (Data ke (n+1)/2 )

      ^
    3. MODUS (notasi : x)
      Adalah nilai data yang sering muncul (mempunyai
      frekuensi terbesar). Modus dapat ada ataupun tidak ada. Kalaupun ada dapat lebih dari satu.

    Contoh:

    Diketahui data
    7, 9, 8, 13, 12, 9, 6, 5 n = 8

    1. Rata-rata
      _
      x = (5+6+7+8+9+9+12+13)/8 = 8,625


    2. Median
      Data diurutkan terlebih dahulu menjadi
      5 6 7 8 9 9 12 13
      ~
      x = (8+9)/2 = 8,5


    3. Modus
      ^
      x = 9
    READ MORE - Ukuran Pemusatan Untuk Data Yang Tidak Digolongkan

    Statistika


    Salah satu definisi menyebutkan bahwa statistik adalah metode ilmiah untuk menyusun, meringkas, menyajikan dan menganalisa data, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang benar dan dapat dibuat keputusan yang masuk akal berdasarkan data tersebut.

    Jika suatu kesimpulan data sudah dihimpun, pada statistika deskriptif kita hendak menyimpulkan data itu dalam beberapa hal. Pertama kita hendak membuat tabel, misalnya tabel frekuensi, tabel frekuensi kumulatif dan lain-lain yang mengatur data kasar itu. Juga kita akan melihat diagram atau grafik yang dapat memberi gambaran mengenai keseluruhan data itu, misalnya diagram lambang (piktogram), diagram batang, diagram lingkaran, histogram, ogive dan lain-lain. Kemudian kita hendak menghitung karakteristik data yang dapat mencakup semua data itu, misalnya rata-rata, median, modus dan lain-lain.

    HISTOGRAM dan POLIGON FREKUENSI adalah dua grafik yang menggambarkan distribusi frekuensi.

    HISTOGRAM terdiri dari persegi panjang yang alasnya merupakan panjang kelas interval, sedangkan tingginya sama dengan frekuensi masing-masing kelas interval.

    POLIGON FREKUENSI adalah suatu garis putus putus yang menghubungkan titik tengah ujung batang histogram. Biasanya ditambah dua segmen garis lain yang menghubungkan titik tengah ujung batang pertama dan terakhir dengan titik tengah kelas yang paling ujung dimana frekuensinya bernilai nol.

    READ MORE - Statistika