Mengenal Taman Alas Purwo
00.57
Diposting oleh Melany Christy
Keadaan fisik
TN Alas Purwo dengan luas 43.420 ha terdiri dari beberapa zonasi, yaitu :
- Zona Inti (Sanctuary zone) seluas 17.200 Ha
- Zona Rimba (Wilderness zone) seluas 24.767 Ha
- Zona Pemanfaatan (Intensive use zone) seluas 250 Ha
- Zona Penyangga (Buffer zone) seluas 1.203 Ha.
Rata – rata curah hujan 1000 – 1500 mm per tahun dengan temperature 22°-31° C, dan kelembaban udara 40-85 %. Wilayah TN Alas Purwo sebelah Barat menerima curah hujan lebih tinggi bila dibandingkan dengan wilayah sebelah Timur. Dalam keadaan biasa, musim di TN Alas Purwo pada bulan April sampai Oktober adalah musim kemarau dan bulan Oktober sampai April adalah musim hujan.
Secara umum kawasan TN Alas Purwo mempunyai topografi datar, bergelombang ringan sampai barat dengan puncak tertinggi Gunung Lingga Manis (322 mdpl).
Keadaan tanah hamper keseluruhan merupakan jenis tanah liat berpasir dan sebagian kecil berupa tanah lempung. Sungai di kawasan TN Alas Purwo umumnya dangkal dan pendek. Sungai yang mengalir sepanjang tahun hanya terdapat di bagian Barat TN yaitu Sungai Segoro Anak dan Sunglon Ombo. Mata air banyak terdapat di daerah Gunung Kuncur, Gunung Kunci, Goa Basori, dan Sendang Srengenge.
Keadaan biologi
Secara umum tipe hutan di kawasan TN Alas Purwo merupakan hutan hujan dataran rendah. Hutan bambu merupakan formasi yang dominan, ± 40 % dari total luas hutan yang ada. Sampai saat ini telah tercatat sedikitnya 584 jenis tumbuhan yang terdiri dari rumput, herba, semak, liana, dan pohon.
Berdasarkan tipe ekosistemnya, hutan di TN Alas Purwo dapat di kelompokkan menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau/mangrove, hutan tanaman, hutan alam, dan padang penggembalaan (Feeding Ground).
Keanekaragaman jenis fauna di kawasan TN Alas Purwo secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 kelas yaitu Mamalia, Aves, Pisces dan Reptilia. Mamalia yang tercatat sebanyak 31 jenis, diantaranya yaitu : Banteng (Bos javanicus), Rusa (Cervus timorensis), Ajag (Cuon alpinus), Babi Hutan (Sus scrofa), Kijang (Muntiacus muntjak), Macan Tutul (Panthera pardus), Lutung (Trachypithecus auratus), Kera Abu-abu (Macaca fascicularis), dan Biawak (Varanus salvator).
Burung yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 236 jenis terdiri dari burung darat dan burung air, beberapa jenis diantaranya merupakan burung migran yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 39 jenis. Jenis burung yang mudah dilihat antara lain : Ayam Hutan (Gallus gallus), Kangkareng (Antracoceros coronatus), Rangkok (Buceros undulatus), Merak (Pavo muticus) dan Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris). Sedangkan untuk reptil telah teridentifikasi sebanyak 20 jenis.
Sosial ekonomi dan budaya
Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan adalah bertani, buruh tani, dan nelayan. Masyarakat nelayan kebanyakan tinggal di wilayah Muncar, yang merupakan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Jawa, dan di wilayah Grajagan. Mayoritas penduduk di sekitar kawasan memeluk agama Islam, namun banyak pula yang beragama Hindu terutama di Desa Kedungasri dan Desa Kalipait. Secara umum masyarakat sekitar TN Alas Purwo digolongkan sebagai masyarakat Jawa Tradisional. Bertapa, semedi, sayan (gotong-royong sewaktu mendirikan rumah), bayenan serta selamatan – selamatan lain yang berkaitan dengan pencarian ketenangan bathin masih dilaksanakan. Pada hari – hari tertentu seperti 1 suro, bulan purnama, bulan mati, masyarakat datang ke kawasan TN Alas Purwountuk bersemedi.
Selayang Pandang
Taman Nasional Alas Purwo (atau biasa disingkat Alas Purwo) terletak di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bagi masyarakat sekitar, nama alas purwo memiliki arti sebagai hutan pertama, atau hutan tertua di Pulau Jawa. Oleh sebab itu, tak heran bila masyarakat sekitar menganggap Alas Purwo sebagai hutan keramat. Sehingga, selain diminati sebagai tujuan wisata alam, kawasan Alas Purwo juga diyakini memiliki situs-situs yang dianggap mistis yang menjadi magnet bagi para peziarah untuk melakukan berbagai ritual di hutan ini.
Taman nasional yang diresmikan melalui SK Menteri Kehutanan No. 283/Kpts-II/92 ini merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa. Ketinggiannya berada pada kisaran 0—322 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan topografi datar, bergelombang ringan, dengan puncak tertinggi di Gunung Lingga Manis (322 meter dpl). Berdasarkan ekosistemnya, tipe-tipe hutan di Taman Nasional Alas Purwo dapat dibagi menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau/mangrove, hutan tanaman, hutan alam, dan padang penggembalaan (Feeding Ground). Jika diamati sekilas, dari luas lahan sekitar 43.420 hektar, taman nasional ini didominasi oleh hutan bambu, yang menempati areal sekitar 40 % dari seluruh area yang ada.
Secara umum, keadaan tanah di taman ini sebagian besar adalah tanah liat berpasir, sedangkan sebagian kecil lainnya berupa tanah lempung. Curah hujan per tahun rata-rata berkisar antara 1.000—1.500 mm dengan temperatur antara 27°-30° C, dan kelembaban udara antara 40—85 %. Biasanya, musim kemarau terjadi pada bulan April sampai Oktober, sementara musim penghujan terjadi sebaliknya, yaitu pada bulan Oktober hingga April.
B. Keistimewaan
Taman Nasional Alas Purwo sangat tepat bagi para pelancong yang gemar menjelajahi hutan, mengamati tumbuhan dan satwa liar, atau penggemar wisata pantai, penikmat selancar air (surfing), atau mereka yang menyukai wisata ziarah. Taman Nasional Alas Purwo memang memiliki hutan yang masih alami, beberapa pantai dan teluk yang indah, serta situs-situs mistis yang kerap menjadi lokasi bersemedi atau tirakat masyarakat setempat dan para pendatang.
Mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo, wisatawan dapat mengamati kekayaan flora dan fauna yang ada. Taman nasional ini memiliki setidaknya 13 jenis bambu dan 548 jenis tumbuhan lain yang terdiri dari rumput, herba, semak, liana, dan pohon. Tumbuhan khas dan endemik yang terdapat di taman nasional ini yaitu sawo kecik (manilkara kauki) dan bambu manggong (gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (terminalia cattapa), nyamplung (calophyllum inophyllum), kepuh (sterculia foetida), dan keben (barringtonia asiatica).
Kondisi alamnya yang masih alami membuat Taman Nasional Alas Purwo menjadi habitat yang cocok bagi berbagai satwa liar, seperti lutung budeng (trachypithecus auratus auratus), banteng (bos javanicus javanicus), ajag (cuon alpinus javanicus), rusa (cervus timorensis russa), macan tutul (panthera pardus melas), kucing bakau (prionailurus bengalensis javanensis), serta burung merak (pavo muticus) dan ayam hutan (gallus gallus). Tak hanya satwa darat, satwa air yang langka dan dilindungi seperti penyu lekang (lepidochelys olivacea), penyu belimbing (dermochelys coriacea), penyu sisik (eretmochelys imbricata), serta penyu hijau (chelonia mydas) juga menjadi penghuni di pantai selatan taman nasional ini (Pantai Ngagelan).
Selain area hutan, Taman Nasional Alas Purwo juga memiliki padang savana bernama Sadengan dengan luas + 20 hektar, terletak sekitar 12 km dari pintu masuk taman nasional di Pasar Anyar. Padang savana ini merupakan padang penggembalaan satwa liar seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan, burung merak, ayam hutan, dan berbagai jenis burung lainnya. Tentu saja, di tempat ini wisatawan dapat mengamati langsung aktivitas hewan-hewan liar tersebut.
Sekitar 1,5 km dari padang savana Sadengan, terdapat Pantai Trianggulasi. Nama trianggulasi diambil dari sebuah Tugu Trianggulasi, yaitu tugu penanda untuk keperluan pemetaan yang berada di pantai ini. Pantai Trianggulasi memiliki hamparan pasir putih yang cukup luas dengan formasi hutan pantai yang didominasi oleh pohon bogem dan nyamplung. Lokasi ini cukup cocok untuk kegiatan wisata bahari, berkemah, maupun menyaksikan matahari tenggelam (sunset). Pantai ini juga menyediakan wisma tamu dan pesanggrahan yang dapat digunakan wisatawan sebelum melanjutkan penjelajahan ke obyek-obyek wisata berikutnya.
Dari Pantai Trianggulasi, berjarak sekitar 5 km arah barat merupakan lokasi Pantai Ngagelan, tempat untuk menyaksikan berbagai jenis penyu. Pantai ini menjadi tujuan penyu untuk bertelur, serta menjadi lokasi khusus penangkaran penyu. Penyu-penyu tersebut umumnya mendarat di pantai pada bulan Januari sampai September setiap tahun. Pada bulan-bulan tertentu pula, biasanya diadakan kegiatan pelepasan penyu-penyu yang sudah siap terjun ke alam bebas.
Obyek wisata yang juga menarik di Taman Nasional Alas Purwo adalah Segara Anakan, yaitu sebuah teluk kecil sepanjang 18,8 kilometer dengan lebar rata-rata 400 meter. Di teluk yang menghadap ke Samudera Hindia ini, wisatawan dapat bersampan, berenang, memancing, bermain ski air, atau mengamati tumbuhan mangrove dan burung-burung migran dari Australia. Segara Anakan terkenal sebagai pantai yang memiliki kawasan hutan mangrove terluas di Jawa Timur. Tercatat setidaknya 26 jenis mangrove di kawasan ini yang didominasi oleh rhizopora, bruguiera, avicenia, dan sonneratia. Selain menyaksikan mangrove, pada bulan Oktober hingga Desember, wisatawan juga dapat menikmati ribuan burung migran dari Australia. Ribuan burung tersebut terdiri dari 16 jenis burung, seperti cekakak suci (halcyon chloris/todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (merops philippinus), trinil pantai (actitis hypoleucos), dan trinil semak (tringa glareola).
Tak hanya obyek-obyek wisata alam, Taman Nasional Alas Purwo juga memiliki situs-situs ziarah yang banyak dikunjungi wisatawan untuk memohon berkah. Situs-situs ziarah tersebut tidak dapat dilepaskan dari legenda Alas Purwo sebagai tempat terakhir pelarian rakyat Majapahit yang tersingkir akibat menguatnya desakan penyebaran agama Islam saat itu. Salah satu bukti sejarah yang masih nampak adalah Pura Luhur Giri Salaka, yaitu tempat ibadah bagi masyarakat Hindu di sekitar taman nasional (biasa disebut orang Blambangan). Masyarakat Hindu di sini diyakini merupakan keturunan rakyat Majapahit yang berpindah menuju Semenanjung Belambangan. Pura Luhur Giri Salaka biasanya ramai dikunjungi penganut agama Hindu pada saat dilangsungkannya upacara Pagerwesi, yaitu upacara mensyukuri anugerah ilmu pengetahuan yang diturunkan oleh para dewata. Upacara ini dilakukan setiap 210 hari sekali.
Selain pura tersebut, masih ada dua gua yang dianggap keramat, yaitu Gua Padepokan dan Gua Istana, yang menjadi lokasi pilihan bagi mereka yang menyukai olah semedi atau meditasi. Taman Nasional Alas Purwo sebetulnya memiliki sekitar 40 buah gua, baik berupa gua alam maupun gua buatan yang sangat cocok untuk para penjelajah gua. Salah satu gua buatan yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Gua Jepang, yang di dalamnya terdapat dua buah meriam peninggalan Jepang sepanjang 6 meter. Apabila masih memiliki waktu yang cukup, wisatawan juga dapat menikmati pesona Gunung Kawah Ijen, sebuah gunung yang kesohor karena penambangan belerangnya, yang masih berada dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Gunung Kawah Ijen terletak sekitar 33 km arah utara dari taman nasional ini.
C. Lokasi
Taman Nasional Alas Purwo terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
D. Akses
Kota Banyuwangi terletak sekitar 290 km arah timur Kota Surabaya (Ibu Kota Provinsi Jawa Timur) dan dapat ditempuh dengan bus atau kereta api. Sementara dari Pulau Bali, Banyuwangi terletak sekitar 10 km arah barat yang hanya dipisahkan oleh Selat Bali. Untuk menyeberang ke Banyuwangi, wisatawan dapat memanfaatkan jasa Kapal Ferry dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang.
Dari Kota Banyuwangi, Taman Nasional Alas Purwo, dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan (carter mobil Colt) menuju Pasar Anyar dengan jarak tempuh sekitar 65 km. Dari Pasar Anyar wisatawan dapat menyewa truk atau ojek menuju pos pintu utama di Rawa Bendo. Untuk jasa ojek, wisatawan harus membayar sektar Rp 20.000 menuju Rawa Bendo (Januari 2009). Wisatawan yang ingin memasuki kawasan Taman Nasional Alas Purwo biasanya diwajibkan mendaftarkan diri serta membayar tiket di Pos Rawa Bendo ini. Dari Rawa Bendo, wisatawan dapat memulai penjelajahan hutan, mengunjungi situs-situs ziarah, atau langsung menuju obyek wisata pantai, seperti Segara Anakan, Pantai Trianggulasi, Pantai Ngagelan, serta lokasi surfing di Plengkung.
E. Harga Tiket
Untuk masuk ke Taman Nasional Alas Purwo pengunjung harus membayar tiket masuk di Pos Rawa Bendo. Pembayaran tiket masuk dibedakan menurut pekerjaan/profesi pengunjung. Besaran harga tiket masih dalam konfirmasi.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Kawasan Taman Nasional Alas Purwo telah dilengkapi fasilitas pemandu, yaitu para Jagawana (penjaga hutan) atau asisten Jagawana yang dapat dimintai bantuan untuk memandu penjelajahan. Untuk jasa pemandu ini, wisatawan harus merogoh kocek antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per hari. Di kantor pengawasan taman nasional juga terdapat beberapa mobil Jeep untuk patroli serta sepeda motor trail yang dapat disewa untuk keperluan penjelajahan. Apabila membawa kendaraan pribadi, wisatawan juga dijamin tidak akan kesasar menyusuri hutan karena telah dilengkapi papan-papan petunjuk menuju berbagai obyek wisata di dalam taman nasional ini. Papan petunjuk tersebut juga dilengkapi keterangan jarak yang harus ditempuh (berapa kilometer), serta sarana menuju lokasi (misalnya dapat ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau jalan kaki).
Selain memiliki beberapa lokasi perkemahan, di beberapa pantai seperti di Pantai Trianggulasi dan kawasan Plengkung atau G-Land juga telah tersedia penginapan. Bahkan di kawasan G-Land saat ini telah memiliki beberapa cottage bagi para peselancar yang dibangun dengan nuansa yang alami dan menyatu dengan alam. Bahan-bahan bangunannya misalnya terdiri dari kayu, bambu, dan tali-temali dari ijuk. Tak hanya itu, suasana alami juga terlihat dari lampu minyak tanah yang dipakai, serta ruang tidur yang menyerupai gerobak sapi tempo dulu. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, conttage yang diperuntukkan bagi para peselancar dunia ini dihargai sekitar 30 US Dollar per malam. Jika Anda menginginkan penginapan yang lebih sederhana, terdapat beberapa wisma tamu di Pos Rawa Bendo seharga Rp 100.000 per malam. Selain itu, di sekitar Pos Rawa Bendo juga terdapat beberapa warung makan.
G-Land, Surga Peselancar Dunia
Dideretan pantai di semenanjung blambangan terdapat pantai yang indah dan menarik, banyak orang biasa menyebutnya dengan G-Land atau plengkung, tempat wisata ini bukan hanya menjadi konsumsi para wisatawan lokal akan tetapi telah menjadi pilihan menarik bagi wisatawan manca. sebegitu menarikkah G-Land? hingga pesonanya mendunia.
Plengkung dikenal sebagai pantai terbaik untuk surfing di dunia, nama plengkung juga disebut dengan G-Land, huruf G berasal dari kata Grajagan, nama dari sebuah teluk yang memiliki ombak yang besar. G-Land dikelilingi oleh hutan tropis yang masih alami. G-land menawarkan olahraga surfing yang paling digemari oleh para surfer professional.
Diantara 12 bulan kalender, bulan mei sampai oktober adalah bulan-bulan terbaik untuk surfing, karena dibulan ini akan ditemui panjang dan ketinggian ombak yang maksimal, sesuai catatan panjang gelombang dapat mencapai 2 kilometer. Maka tak diragukan lagi bahwa G-Land merupakan surga bagi para peselancar.
Dilokasi wisata pantai ini telah tersedia Cottage dan juga jungle camp dekat pantai.
Pantai plengkung terletak di pantai selatan Banyuwangi, ujung timur Jawa timur. Para pengunjung dapat mencapai pantai ini dengan dua jalur ; lewat darat maupun darat dan laut.
1. Lewat darat : Banyuwangi – Kalipahit ( 59 km) dengan kendaraan angkutan umum bus, Kalipahit – Pasaranyar ( 3 km ) dengan ojek atau sewa mobil. Pasar anyar – Trianggulasi – Pancur ( 15 km ), Pancur – Plengkung ( 9 Km ) dengan mobil khusus. Jadi jarak total dari Banyuwangi kota - Plengkung kurang lebih mencapai 86 km.
2. Lewat Darat dan laut : Banyuwangi – Benculuk ( 35 km ) naik bus atau kendaraan umum lainnya, Benculuk – Grajagan ( 18 km ) dengan kendaraan umum, Grajagan – Plengkung menggunakan Speedboat.
Kedua jalur menuju plengkung tersebut semuanya tidak masalah. Jika pengunjung memilih melalui grajagan. Penginapan di pantai grajagan juga telah tersedia. Dan para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai grajagan sebelum berangkat ke pantai Plengkung.
Kebanyakan dari para peselancar berangkat dari Bali, melalui Banyuwangi langsung ke G-Land atau ke Grajagan, kemudian menyewa Speedboat menuju ke plengkung.
Silahkan datang dan nikmati keindahan salah satu obyek wisata unggulan Kabupaten Banyuwangi, sekaligus tempat wisata unggulan Jawa Timur ini, kami menyambut anda dengan tangan terbuka, ramah dan tulus…
Bagi wisatawan yang memerlukan informasi lebih rinci dapat menghubungi kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Achmad Yani no. 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur. Anda juga dapat menghubungi kantor tersebut melalui saluran telepon 0333-410857, fax. 0333-428675, atau E-mail: alaspurwo@telkom.net
Makan Dan Minum ala Belanda yang unik.
19.07
Diposting oleh Melany Christy
Ketika di Belanda, makan seperti orang Belanda . Mungkin itulah yang harus anda lakukan ketika anda berkunjung kebelanda. mungkin ini akan menjadi refensi anda ketika anda berkunjung kebelanda yang patut anda coba dan pantang untuk anda tinggalkan.
Ketika di Belanda, makan seperti orang Belanda!
Hampir semua orang bersepeda, cara tradisional transportasi di Belanda, menciptakan nafsu makan yang sehat. Sepeda, dikombinasikan dengan cuaca Belanda yang tak terduga. Pola makan sehari-hari dari Belanda: sepanjang waktu artinya anda dapat makan selama anda lapar.
Sarapan
Mulailah hari Anda dengan sarapan Belanda yang sehat: roti tawar dengan mentega, selai, keju, ham atau cokelat taburan (hagelslag). Ya, Anda telah membacanya dengan benar: Scatter taburan cokelat pada roti mentega Anda. Anda mungkin juga ingin makan sepotong kue Breakfast (ontbijtkoek), kue yang mengandung kayu manis dan cengkeh serta bubuk jahe. Pastikan untuk minum banyak kopi atau teh! Dapatkan diri Anda siap untuk dingin hujan, angin kuat, badai salju atau bersinar cerah. Iklim Belanda penuh kejutan dan anda tidak tahu apa yang akan terjadi. jam 10:30 ... waktu untuk minum kopi.
Kopi
Di 10:30 ini saatnya untuk secangkir kopi tradisional. 'Secangkir kopi' bukan hanya secangkir kopi di Belanda. Kecil, tapi kuat. cangkir yang harus dinkmati saat membaca koran atau bercakap-cakap panjang lebar dengan teman-teman. Kopi disini berbeda dengan kopi ada diindonesia atau tempat lain., karena kopi ini memberikan rasa dan. suasana yang berbeda sehingga pantang ditinggalkan ketika anda berkunjung di belanda. tika menyukai kopi belanda.Kopi diberikan dibanyak waktu dan biasanya dihidangkan sebagai hidangan lengkap! Disajikan dan 'Dinikmati di mana-mana: di rumah, di kantor, di toko-toko atau di sekolah.
Makan siang
Makan siang lain dengan sarapan, mungkin disajikan dengan irisan tipis daging dingin. disajikan dengan kopi, teh, susu atau buttermilk. Sebuah 'uitsmijter' akan memuaskan rasa lapar Anda. Terdiri dari irisan roti dengan keju atau daging, ditutupi dengan telur goretapnang. sebuah citarasa yang menggugah selera anda ubtuk segera menyantapnya. sumpah enak banget.Pada musim dingin biasanya akan disediakan makanan tambahan berupa sup kacang Belanda (erwtensoep) akan memuaskan rasa lapar Anda dan mengisi kembali tenaga Anda. Cari makanan ini pada menu bila anda ingin liburan anda berkesan dibelanda.
Minum teh
Pukul 4 sore tiba saatnya untuk minum teh. Pastikan untuk mencoba kue-kue yang lezat Belanda ( 'gebak') atau sepotong 'vlaai' dari provinsi Limburg. Jika Anda berjalan melewati sebuah kafe, atau restoran kecil yang mengiklankan 'Poffertjes', pastikan untuk masuk dan mencoba Kue mini ini "lashings pancake"dengan mentega dan gula. Jika Anda berada dalam mood untuk memakan makanan kecil saat bepergian, ambil kerucut goreng Perancis (patat) disiram saus mayones . Cobalah maka anda akan ketagian untuk mencobanya lagi dan lagi. tika aja sampai kepingin makan lagi.
The 'borrel'
Pada jam 5 ini saatnya untuk "minum", sebuah 'borrel' sebagai orang belanda menyebutkanya Segelas bir, sebuah nip dari jenever Belanda (Belanda gin), segelas anggur atau sherry disertai dengan keju, kacang-kacangan, atau biskuit. Sebuah makanan ringan favorit adalah 'Bitterballen', dilapisi tepung roti goreng bola daging, dimakan dengan tusuk gigi dan dicelupkan ke dalam mustar. Mmmmm lezat! Lekker (seperti dikatakan Belanda!) Speaking of mustard: Di desa indah Zaanse Schans, Anda dapat mengunjungi pabrik mustard asli dan lihat bagaimana benih mostar sebenarnya .
Makan malam
Ayo makan malam, pilihan makanan di Belanda adalah beragam seperti cuaca. Restoran multibudaya Belanda mewakili latar belakang telah menjamur di seluruh penjuru, mulai dari Bahasa Prancis ke Bahasa Indonesia ke Thai ke Pakistan. Namun, di rumah-rumah Belanda tradisi lama dan sederhana, cukup makan kentang, sayuran segar, daging, ayam, ikan atau salad, diikuti oleh susu sebagai hidangan penutup. Jika Anda bertanya pada seorang pria atau wanita Belanda apa yang disajikan untuk makan malam, ia akan menyebutkan pertama sayuran disajikan. Daging, ikan atau ayam mengambil tempat kedua.
Setelah makan malam
Setelah makan malam, di belanda , anda akan disuguhi secangkir kopi atau teh. Bahkan, jika Anda diundang ke rumah seseorang setelah makan malam, Anda akan dilayani pertama kopi atau teh dengan sepotong kue atau pie. Ini diikuti oleh minum. Mengunjungi teman dan keluarga di rumah masing-masing adalah bagian dari tradisional, baik perhotelan Belanda. Ini adalah cara hidup di Belanda. Sebuah cerita yang indah dan sulit untuk dilupakan. Sekian cerita perjalanan tika yang sungguh indah dan mungkin menginspirasi anda untuk berkunjung ke belanda yang eksotik dan indah.
