5 Cara agar Dokter Lebih "Care" kepada Anda
23.30
Diposting oleh Melany Christy
Anda pasti pernah mengeluhkan acara kunjungan ke dokter, biasanya ke dokter kandungan atau dokter anak. Antrean panjang pasien membuat konsultasi Anda tidak maksimal. Anda merasa sekadar menjadi pasien nomor sekian, bukan pribadi yang berhak mendapatkan perhatian total dari sang dokter.Hal ini dapat dimengerti. Menurut dr Wendy S Harpham, MD, FACP, dokter pengobatan internal yang juga penulis buku Only 10 Seconds to Care, seorang dokter rata-rata menghabiskan 19 menit untuk berkonsultasi dengan seorang pasien. Dalam waktu sesingkat itu, bisakah Anda membuat dokter memperlakukan Anda sebagai pasien VIP?
Sebagai dokter yang juga mantan penderita kanker, dr Harpham ingin berbagi lima langkah mudah yang bisa dilakukan setiap orang untuk membuat dokter lebih peduli pada dirinya.
1. Buat diri Anda unik
Dengan antrean pasien yang begitu panjang, bagaimana ya, cara agar Anda cukup menarik perhatian tanpa terlihat norak? Anda bisa menyampaikan cerita menarik mengenai kondisi Anda atau menunjukkan hal yang membedakan Anda dari pasien lainnya. Saat giliran Anda berkonsultasi, bawalah—misalnya—jurnal untuk mencatat semua hasil konsultasi Anda dengan dokter. Dokter akan menganggap Anda pasien yang cerdas dan peduli dengan kesehatan Anda sendiri. Di pihak lain, Anda pun akan memahami semua kondisi Anda dengan baik.
2. Kaitkan tujuan kesehatan Anda dengan tujuan hidup Anda
Sampaikan kepada dokter mengapa Anda ingin dan merasa perlu tetap sehat. Anda tak perlu mengatakan bahwa Anda bermimpi menjadi Indonesian Idol atau menjadi wanita Indonesia pertama yang berhasil menjadi pebalap F1 dan sebagainya. Anda bisa mengunjungi dokter dengan menyampaikan sebuah misi sederhana, "Saya ingin tetap sehat supaya saya bisa bekerja lebih maksimal" atau "Agar saya bisa mengasuh anak-anak saya dengan baik". Hal ini akan membuat dokter Anda menawarkan jalan keluar tambahan yang spesifik untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut.
3. Tunjukkan kepedulian Anda kepada dokter
Bukan, Anda bukan disarankan untuk bertanya-tanya tentang keadaan keluarganya. Peduli artinya Anda datang tepat waktu sesuai janji atau dengan menelepon untuk menjadwal ulang bila Anda berhalangan. Jangan lupa membawa catatan medis Anda, bahkan bila Anda sudah berpindah ke dokter lain agar dokter tahu bagaimana riwayat Anda. Hargai juga prosedur di tempat praktik dokter. Tak usah main selonong karena menganggap Anda sudah akrab dengan dokter.
4. Lakukan tanggung jawab Anda
Jika Anda tidak mematuhi perintah dokter—misalnya mengubah pola makan Anda, mengonsumsi obat yang sudah diresepkan, atau permintaan lainnya—berarti Anda menghalangi usahanya untuk menolong Anda. Jika Anda tidak setuju dengan rekomendasi dokter atau jika masalah Anda berkembang, sampaikan hal tersebut kepada dokter. Bekerja samalah dengan dokter untuk menemukan rencana tindakan yang disepakati bersama.
5. Tunjukkan rasa terima kasih Anda
Dalam setiap hubungan, rasa syukur dapat merekatkan orang satu sama lain. Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sangat menghargai waktu, tenaga, dan keahlian mereka karena banyak juga dokter yang merasa bahagia bisa membantu pasiennya. Jangan sekadar mengatakan, "Makasih ya, Dok!" sambil lalu. Kirimkan kartu ucapan terima kasih, terutama jika dokter telah membantu Anda melewati masa sulit, entah karena penyakit Anda atau karena keberhasilan Anda hamil dan melahirkan bayi dengan sehat.
Menu Apa yang Sehat untuk Sarapan?
18.29
Diposting oleh Melany Christy
Saat masih kecil dulu, orangtua seringkali memaksa agar kita menyantap sarapan sebelum mulai beraktivitas. Tapi, kini, seiring sibuknya kita mengejar waktu, tak jarang makan pagi yang sejatinya adalah waktu makan terpenting dalam sehari ini, terlewatkan.Dalam buku Healthy Food for Healthy People karangan Peter C Kurniali dan Nugroho Abikusno M.D., Ph. D., dituliskan mengenai penelitian oleh Carnegie Foundation mengenai pentingnya sarapan. Menurut penelitian tersebut, diketahui bahwa anak-anak yang tidak sarapan akan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat belajar di sekolah dan merasa gelisah menjelang siang hari. Hal ini terjadi karena otak perlu glukosa untuk dapat bekerja baik. Kalau tidak ada asupan, maka otaknya akan sulit untuk bekerja optimal.
Alasan lain yang sering digunakan orang untuk melewatkan sarapan adalah untuk menurunkan berat badan. Padahal, hal ini tidak sepenuhnya benar. Disebutkan pula dalam buku tadi, menurut penelitian Journal of Obesity Research di tahun 2002, pada 300 orang yang mengalami obesitas (kegemukan), diminta untuk rutin sarapan. Hasilnya, dalam waktu beberapa bulan, 80 persen dari para responden berhasil menurunkan berat badan secara signifikan.
Lalu, makanan apa yang baik untuk dimakan saat sarapan? Berikut adalah beberapa makanan yang dianjurkan oleh buku Healthy Food for Healthy People untuk sarapan:
1. Sereal bercampur susu. Meski terbilang "makanan orang barat", tapi nyatanya, makanan ini memang baik untuk dikonsumsi. Pasalnya, setiap 100 gram sereal terdapat 350 kilo kalori yang berguna untuk tubuh. Selain itu, zuzu memiliki kandungan gizi yang baik, dan karena paduannya ringan, maka makanan ini baik untuk mereka yang sulit sarapan karena sering merasa mual untuk makan di pagi hari.
2. Telur. Telur memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh. Dari vitamin A dan B, zat besi, kalium, kalsium, dan zat gizi lain yang diperlukan tubuh. Anda bisa menggoreng atau merebus telur untuk sarapan.
3. Roti gandum. Roti gandum dioleskan selai kacang dan susu rendah lemak. Roti gandum baik untuk diet karena bisa membuat perut merasa kenyang lebih lama.
4. Jus buah. Campurkan dengan susu atau sedikit madu agar tubuh tetap segar. Menu buah disarankan oleh para penganut food combining.
Jika Anda tak terbiasa mengkonsumsi sarapan dalam jumlah banyak, coba ganti dengan mengkonsumsi makanan camilan yang sehat di waktu antara sarapan dan makan siang.
Nafsu Makan Bisa Menipu!
18.16
Diposting oleh Melany Christy
Nafsu makan ternyata bisa menipu. Kita mengira diri kita lapar, padahal sebenarnya kita sedang mengalami kondisi yang sangat berbeda. Menurut Brooke Joanna Benlifer, RD, lulusan Cornell University yang juga pakar diet, membedakan antara lapar "palsu" dan lapar yang sebenarnya, penting untuk mengetahui kapan tubuh Anda benar-benar membutuhkan makanan, dan kapan membutuhkan yang lain.1. Lapar karena makan makanan yang salah. Ingin tahu gejalanya? Yaitu ketika Anda ingin sekali makanan yang manis, dan merasa masih lapar setelah Anda makan. Makanan yang tinggi kandungan karbohidrat sederhana, namun tidak mengandung serat, protein, atau lemak sehat, akan memberikan rasa kenyang yang berlebihan, mungkin akan membuat gula darah Anda menurun. Kalau sudah begini, Anda perlu menyantap kudapan sehat, seperti buah segar atau kacang, keju cottage, selai kacang, atau setengah potong sandwich dari roti gandum.
2. Lapar mata. Kadang-kadang, nafsu makan kita bisa melonjak ketika kita merasa bosan, takut, gelisah, stres, atau kesepian. Akibatnya, bila sedang berada di restoran Anda akan cenderung memesan banyak makanan yang tak mampu Anda habiskan. Untuk mengalihkan perhatian, cobalah untuk jalan-jalan dulu, menulis pengalaman di blog, mendengarkan musik, menelepon teman, atau mengunyah permen karet. Bisa juga membaca buku, pergi ke perpustakaan, atau kemana pun yang membuat Anda tidak perlu makan.
3. Lapar karena mengantuk. Para ahli kesehatan dari WebMD.com menyatakan bahwa dua hormon utama, leptin dan ghrelin, dapat mempengaruhi dan mengontrol sensasi lapar dan kenyang. Ghrelin merangsang nafsu makan, sedangkan leptin (yang terbuat dari sel-sel lemak), memberi sinyal pada otak bahwa Anda sudah makan cukup banyak.
Kekurangan tidur menyebabkan tingkat hormon leptin menurun drastis, sehingga menyebabkan kenaikan tingkat ghrelin. Hal ini akan mengacaukan nafsu makan dan rasa kenyang tadi. Jika Anda tidur hanya 6 jam atau kurang setiap malam, Anda akan cenderung makan berlebihan esoknya. Sebab ketika mengalami kelalahan, orang cenderung banyak makan (yang seringkali tinggi kadar gulanya, namun kurang bergizi) untuk menambah energi. Makanan, dalam hal ini, hanya menyediakan rasa puas sementara. Tidak lama kemudian tingkat energi Anda kembali menurun, dan membangkitkan kembali rasa lapar.
Jika Anda merasa lapar menjelang sore, ada beberapa cara untuk menghentikan keinginan ngemil. Anda bisa jalan-jalan selama 10 menit (supaya mendapat udara segar, menggerakkan otot, dan meningkatkan sirkulasi), minum secangkir teh hijau (tinggi antioksidan dan rendah kafein), makan 1/4 cangkir almond dan sepotong kecil apel (tinggi protein, lemak dan karbohidrat sehat, rendah gula, dan sumber magnesium dan serat). Bisa juga menarik nafas panjang-panjang. Jika mengantuk, puas-puaskan menguap supaya mendapat asupan oksigen.
4. Lapar karena kehausan. Percaya tidak, kita sering menyalahartikan haus dengan lapar. Cobalah minum segelas atau dua gelas air untuk mengetahui apakah Anda memang lapar, atau karena kurang minum. Jika penyebabnya memang lapar, tanda-tandanya lebih jelas. Perut yang keroncongan membuat kita sulit berkonsentrasi. Jangan menunda makan hanya karena pekerjaan menumpuk. Makanlah secara teratur dan konsisten, untuk menjaga tingkat energi, dan menghindari gula darah turun.
Kedutan, Tanda Mau Dapat Duit?
18.06
Diposting oleh Melany Christy
Kita tentu pernah merasakan mata berkedut-kedut. Jika sudah begitu, maka teman Anda pasti akan mengatakan, "Sebelah mana yang kedutan? Kalau kiri, tandanya mau nangis. Kalau kanan, mau dapat duit!"Anda tentu tahu bahwa hal tersebut hanyalah mitos. Namun, siapa sih yang bisa nolak kalau memang akan ada orang yang memberi Anda uang?
Salah satu penyebab mata kedutan adalah tubuh yang kelelahan. Pemicu lainnya? Temukan jawaban dan solusinya di sini.
Praktisi kesehatan tidur
Dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep physician di Sleep Disorder Clinics RS Mitra Kemayoran, Jakarta.
"Hemificial spasm" atau HFS. Gangguan yang sifatnya sementara karena kurang istirahat. Namun ada juga yang lebih parah, menjalar dari mata hingga otot sekitar bibir. Ini terjadi karena iritasi pada saraf kranial ke-7 di wajah oleh pembuluh darah arteri serebri anterior atau karena gangguan lain.
Anjuran
Persiapkan waktu tidur dengan baik dan tidur teratur. Selain itu, istirahatkan mata setelah lama menatap komputer. Caranya: lihat ke depan sejauh mata memandang, lalu pejamkan mata. Setelah itu, kompres dengan air dingin untuk mengurangi peradangan. Jika perlu, maka berkonsultasilah ke spesialis saraf.
Spesialis mata
dr Donny Istiantoro, SpM, spesialis mata di Jakarta Eye Center.
Gangguan saraf motorik ke-7 atau karena kita merasa terlalu lelah. Gangguan ini bisa dibayangkan sama seperti aliran listrik yang kadang-kadang mengalami gangguan kecil. Jadi, sebenarnya tidak perlu ditanggapi terlalu serius sebab kedutan biasanya akan sembuh sendiri.
Anjuran
Untuk gangguan kedutan yang ringan, itu bisa diatasi dengan mengonsumsi multivitamin penambah darah atau vitamin E. Untuk gangguan yang lebih parah dan sampai mengganggu kualitas hidup, kita bisa melakukan suntik Botox yang harus dilakukan ahlinya atau harus diperiksa oleh ahli bedah mata.
Naturopati
Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati di Jakarta.
"Dystonia" atau "Blepharospasm". Dystonia adalah gerakan saraf yang membuat otot berkontraksi kedutan. Penyebabnya: keturunan, trauma fisik, dan infeksi. Blepharospasm adalah kontraksi otot tak terkontrol yang menyebabkan kontraksi sekitar mata. Penyebabnya, stres dan kelelahan.
Anjuran
Hindari stres dengan bersyukur agar beban pikiran berkurang. Pakai kaca mata hitam untuk menghindari cahaya bisa membantu merilekskan daerah mata berkedut. Namun, jika sudah mengalami kedutan permanen, maka bisa dilakukan suntik Botox untuk melokalisasi dan membuat lumpuh area kedutan.
Tomat Juga Bisa untuk Diet
17.40
Diposting oleh Melany Christy
Selain digunakan sebagai penyedap dalam berbagai hidangan atau diminum sebagai jus, rasanya jarang sekali orang menjadikan tomat sebagai kudapan segar. Padahal, penelitian terbaru membuktikan bahwa sering makan tomat bisa membantu kita menurunkan berat badan. Bagaimana bisa?Buah tomat kaya akan kandungan lycopene, suatu senyawa yang diyakini para ilmuwan mampu membantu memberikan rasa kenyang dengan menurunkan hormon nafsu makan.
Penemuan ini diperoleh para peneliti dari University of Reading setelah menguji roti yang diperkaya dengan tomat terhadap 17 orang berusia 18-35 tahun. Diketahui saat itu bahwa dibandingkan roti biasa, dan roti yang diperkaya dengan wortel, roti tomat terasa paling mengenyangkan.
"Ini memang studi kecil-kecilan, dan kami belum dapat mengatakan apa bahan dasar tomat yang penting, namun hasilnya secara statistik memang signifikan," ujar Dr Julie Lovegrove, spesialis di bidang metabolisme nutrisi yang memimpin proyek penelitian tersebut.
Menurut harian The Telegraph, lycopene adalah bahan yang memberi warna merah pada tomat, dan merupakan komponen kunci pada pola diet Mediterrania. Diet Mediterrania selama ini dipercaya mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, demensia, dan beberapa jenis kanker.
Penelitian ini tentu menarik untuk lebih dikembangkan lagi. Tak ada salahnya juga bila Anda mulai mencobanya sekarang. Bila mengudap buah tomat segar terasa membosankan, cobalah makan bersama protein seperti tahu dan tempe goreng. Atau, buatlah menu tomat panggang dengan keju di atasnya.
Resiko Hamil bagi Pengidap Diabetes
17.39
Diposting oleh Melany Christy
Ya, apabila kehamilan terjadi ketika kondisi gula darah Anda dalam keadaan tidak terkontrol. Risiko janin Anda yang sedang terbentuk itu untuk menderita cacat bawaan memang akan menjadi lebih tinggi. Bahkan, jika kelainan yang terjadi ternyata sangat parah, ini bisa berakibat terjadinya keguguran atau kematian janin. Namun, hal ini tidak akan terjadi apabila gula darah Anda sudah dapat terkendali.
Perlu diketahui, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak metabolisme sel-sel embrionik. Dan, selanjutnya, berpengaruh pada organogenesis atau pembentukan organ yang sangat penting, yang terjadi pada trimester awal kehamilan. Untuk mencegahnya, tidak ada jalan lain. Anda perlu mengontrol gula darah agar tetap dalam batas normal.
Narasumber: Dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dokter spesialis kandungan dan penyakit kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta
