Ayam Daun Woku
17.51
Diposting oleh Melany Christy
1 ekor ayam
100 gr cabai rawit merah
50 gr bawang merah
50 gr jahe
3 btg daun bawang
1 lbr daun kunyit
3 lbr daun jeruk
2 btg serai
1 ikat daun kemangi
1 sdt garam
1 sdt kaldu instan
daun pisang untuk pembungkus
Cara membuat:
1. Potong ayam jadi 20 bagian.
2. Haluskan cabai, bawang merah, jahe, dan serai. Sisihkan.
3. Iris halus daun bawang, daun kunyit, daun jeruk, dan daun kemangi. Campur ayam dengan bumbu halus, irisan daun, garam, dan kaldu instan, aduk rata. Bagi jadi 5 bagian.
4. Ambil selembar daun pisang, taruh 1 bagian ayam, bungkus bentuk lontong, semat ujung daun dengan tusuk gigi. Kerjakan sampai semua bahan habis.
5. Kukus ayam selama 30 menit atau sampai bumbu meresap ke dalam ayam. Angkat, bakar di atas bara api sampai harum.
Untuk 2 orang
Pentingnya Netiquette dalam Membangun Jejaring
17.50
Diposting oleh Melany Christy
Netiquette atau kemampuan networking sangat dibutuhkan dalam pergaulan profesional. Ketika Anda berada dalam pertemuan bisnis, ingatlah beberapa tips berikut untuk menjamin jejaring Anda cukup kuat untuk membangun karier Anda.* Katakan "Hai". Setelah itu, katakan, "Saya senang berada di sini dan bertemu dengan Anda." Kata-kata ini memberi energi positif dan membangun suasana rileks.
* Beri pujian. Perhatikan orang-orang di sekitar dan sampaikan pujian yang personal. Misal, jika Anda melihat tas yang dibawa lawan bicara Anda bagus, beri pujian betapa bagusnya tas tersebut.
* Positif. Jangan bertanya atau menyampaikan sesuatu yang negatif. Misalnya bertanya, "Apakah bos Anda sudah marah-marah hari ini?" karena bosnya terkenal killer. Lebih baik bertanya dengan pertanyaan yang lebih bersifat positif. Contoh, tanyakan bagaimana semangat tim kantornya hari ini.
* Jalin relasi. Ketika percakapan berubah ke tingkat bisnis, rencanakan waktu yang tepat untuk menelepon atau menyelesaikan transaksi.
* Belajar dari role model. Apakah Anda mempunyai role model yang Anda anggap memiliki kemampuan networking bagus? Tirulah sikap dan gayanya. Lakukan dengan konsisten dan Anda akan menuai hasilnya.
Mengajak Si Kecil ke Bioskop
17.46
Diposting oleh Melany Christy
Nonton di ruangan luas dengan layar lebar, suara menggelegar, dan bersama penonton lain tentu pengalaman yang tak bisa anak temukan saat menonton di rumah. Gegap gempita suasana kala menyaksikan adegan-adegan seru bersama-sama juga akan memberikannya sensasi tersendiri.Dengan menonton di bioskop, anak belajar untuk saling memahami dan bekerja sama untuk tidak mengganggu penonton lain. Si prasekolah akan belajar lebih detail mengenai emosi, karakter dari tokoh-tokoh dalam film karena ia bisa melihat gambar jauh lebih jelas. Ini belum menyebut bahwa dengan menonton bersama maka hubungan antara kita dengan anak akan terasa lebih dekat.
Tentu semua manfaat itu dapat tercapai selama kita bisa mempersiapkan anak dan selektif saat memilih film. Menurut Susanne Ayers Denham, PhD, pakar psikologi dari Amerika Serikat, persiapan yang tak cermat saat mengajak anak menonton di bioskop, justru dapat membuat momen tersebut merugikan anak. Satu hal yang jelas, lanjut Denham, orangtua harus menghindarkan anak-anak dari film yang mengandung kekerasan atau film yang terlampau sedih. Film-film seperti itu bisa mempengaruhi emosi anak karena mereka belum bisa memisahkan antara yang nyata dengan yang tidak nyata.
Mengenai persiapan lainnya, dijelaskan sebagai berikut:
1. Pertama kali mengajak si kecil ke bioskop? Lakukan persiapan. Gambarkan suasana di dalam bioskop yang gelap, ruangan besar, banyak orang, layar besar, dengan suara keras.
2. Anak pun perlu diminta untuk mematuhi beberapa aturan supaya tidak mengganggu penonton lain, seperti tidak boleh berisik, tidak boleh mengangkat kaki saat menonton, tidak lompat-lompat di atas kursi, tidak berjalan hilir-mudik, dan lainnya. Terangkan jika menonton di bioskop berbeda dengan di rumah yang bisa bebas berteriak dan berjalan hilir- mudik.
3. Sebaiknya kita sudah tahu film yang akan ditonton. Jauh lebih baik jika kita membaca dahulu resensi filmnya supaya benar-benar pas buat anak. Tak jarang film yang kita anggap sebagai film anak ternyata mengandung unsur-unsur kekerasan, menakutkan, dan romantisme.
4. Sesuaikan waktu nonton film dengan mood si kecil. Jangan saat ia letih dan bukan waktu tidur siang atau malam. Bisa-bisa ia malah tertidur saat nonton, atau rewel karena ia mengantuk.
5. Siapkan makanan dan minuman ringan seperti popcorn, cokelat, atau susu kotak rasa kesukaannya supaya ketika ia lapar dan haus tak perlu keluar ruang bioskop.
6. Sebelum masuk ke ruang bioskop ajak anak ke toilet untuk pipis atau pup. Diharapkan anak bisa menikmati filmnya sampai tamat.
Fuyunghai
17.45
Diposting oleh Melany Christy
7 btr telur ayam, kocok lepas
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
3 sdm minyak sayur
3 siung bawang putih, cincang halus
1 bh bawang bombai, cincang halus
100 gr udang kupas, cincang kasar
100 gr daging kepiting/rajungan rebus kalengan
Bahan saus:
1 sdm margarin
1/2 bh bawang bombai, cincang
2 siung bawang putih, cincang
2 bh cabai merah besar, buang bijinya, potong tipis
50 gr wortel, potong korek api
1 btg daun bawang, potong-potong
200 ml air
1 sdt tepung kanji
100 gr saus tomat
1 sdm gula pasir
1/2 sdt cuka masak
1 sdt garam
1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air
50 gr kacang polong
Cara membuat:
1. Kocok telur, garam, dan merica, sementara itu, tumis bawang putih dan bawang bombai hingga layu, tambahkan udang, aduk hingga berubah warna. Angkat, dinginkan.
2. Masukkan ke dalam telur kocok, tambahkan daging kepiting, aduk rata.
3. Panaskan wajan dadar antilengket, masukkan setengah bagian adonan telur, masak hingga matang kedua sisinya. Masak sampai matang.
4. Saus: tumis bawang putih dan bawang bombai hingga layu, masukkan sayuran yang lain, aduk hingga layu.
5. Tambahkan bumbu lalu kentalkan dengan air yang ditambah tepung kanji, aduk hingga meletup-letup. Tambahkan kacang polong, tata fuyunghai di piring hidang, siram dengan saus, lalu hidangkan.
Untuk 7 orang
5 Teman yang Perlu Dimiliki di Kantor
17.43
Diposting oleh Melany Christy
Boleh dibilang, waktu produktif kita lebih banyak kita habiskan di kantor daripada di rumah. Karena itu, wajar bila Anda memiliki hubungan yang harmonis dengan beberapa teman di kantor. Memiliki teman dekat yang mendukung Anda, tentu akan membuat Anda lebih bahagia dan mampu bekerja lebih baik di kantor. Menurut penelitian, memiliki pertemanan yang baik seperti ini mendorong kepuasan karyawan hingga 50%.Di kantor, kita cenderung memilih teman yang memiliki minat atau pemikiran yang sama dengan Anda, karena hal ini dapat meminimalkan konflik. Namun, ternyata lebih penting bila kita memilih teman-teman yang dapat memberikan kepuasan dan kesuksesan kerja. Tak peduli apakah Anda akan menghabiskan waktu bersama mereka usai jam kantor, yang penting Anda kembangkan dulu kedekatan dengan mereka. Lalu siapa saja yang sebaiknya Anda pilih sebagai teman-teman baru di kantor?
1. Staf IT
Ketika email tak bisa menerima pesan, data Anda hilang, dan kecelakaan-kecelakaan lain yang berkaitan dengan komputer, hanya satu orang yang akan menjadi penyelamat Anda: staf IT. Orang-orang di bagian IT mungkin bukan termasuk teman-teman yang biasa menghabiskan waktu bersama Anda di luar jam kerja, namun pastikan mereka lah teman Anda di kantor. Berusaha lah untuk tetap tersenyum meskipun Anda sedang tidak membutuhkan bantuan mereka. Ngobrol di pantry, mencari tahu dari mana asal mereka, atau menanyakan apa yang mereka lakukan pada long weekend lalu, pendek kata hal-hal yang biasa Anda lakukan dengan teman lainnya. Dengan demikian ketika perusahaan memesan MacBook Pro yang baru, dan meminta mereka memilih siapa yang patut menerimanya, Anda lah pilihan mereka.
2. Senior
Senior tidak selalu berarti atasan. Bisa juga orang yang sudah bekerja jauh lebih lama daripada Anda. Orang ini tentu tahu banyak mengenai hal-hal yang terjadi atau berlaku di perusahaan. Ia juga mengenal orang-orang yang punya pengaruh di kantor. Ia juga menjadi tempat bertanya untuk hal-hal yang tidak berani Anda tanyakan pada atasan Anda. Namun Anda juga perlu memilih-milih. Tidak semua senior berkenan untuk membantu yuniornya. Senior yang bisa diajak berteman adalah yang menyambut Anda dengan hangat ketika Anda baru bergabung dengan perusahaan, orang yang sabar dan selalu bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Idealnya, dialah orang yang memiliki persamaan pandangan dengan Anda.
3. Teman dari departemen lain
Meskipun Anda sangat menyukai pekerjaan Anda, namun suatu ketika Anda pasti akan mengeluh juga. Biasanya Anda lalu curhat dengan teman dari departemen yang sama, karena merekalah yang tahu situasi Anda. Namun pertemanan seperti ini bisa berbahaya. Anda akan dianggap menjelek-jelekkan rekan kerja Anda sendiri, atau memperkuat opini orang lain yang mungkin cenderung bias. Karena itu, sebaiknya Anda memilih teman dari departemen lain, jika niatnya untuk berkeluh-kesah. Mereka akan memberikan pendapat yang lebih objektif mengenai situasi Anda, daripada orang yang dekat dengan Anda. Jika pun teman Anda berbagi cerita pada teman-teman di departemennya, mereka tak mengenal Anda maupun orang-orang di divisi Anda. Sebaliknya, teman Anda mungkin akan menceritakan situasi di departemennya sendiri yang membuat frustrasi. Hasilnya, Anda akan merasa lebih baik dengan kondisi Anda.
4. Recepsionis atau staf procurement
Hm... jangan sepelekan petugas di bagian resepsionis atau procurement. Merekalah yang mengusahakan pengadaan barang dan jasa di perusahaan. Sering-seringlah menyapa mereka, karena merekalah yang biasa membantu Anda tanpa Anda sadari. Kadang-kadang mereka kesal, lho, karena diabaikan oleh orang-orang di kantor. Seringkali kita hanya berbicara dengan mereka ketika membutuhkan sesuatu. Misalnya, menitipkan paket untuk kurir dan menerima barang kiriman untuk Anda (sementara Anda sudah pulang). Atau, Anda meminta peralatan kantor, kunci laci hilang, dan lain sebagainya. Sekali-sekali, ajak mereka makan siang bersama. Lakukan juga beberapa pekerjaan yang sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri, seperti memesan makanan di luar.
5. Rekan kerja yang terbaik
Butuh seseorang yang dapat mengambil alih pekerjaan Anda ketika Anda cuti atau ada keperluan mendadak? Atau mencari rekan kerja yang dapat diajak berbagi ide? Seseorang yang Anda percaya untuk berbagi gosip ketika Anda tak tahan menyimpannya sendiri? Rekan kerja yang memenuhi semua syarat inilah yang perlu Anda dekati. Menurut penulis Vital Friends, Tom Rath, orang-orang yang memiliki seorang teman dekat di kantor biasanya tujuh kali lebih mampu bekerja dengan baik. Anda tak harus menghabiskan waktu senggang di luar jam kantor bersamanya, namun kedekatan yang Anda miliki tetap memberi pengaruh baik untuk produktivitas Anda. Selain itu juga tingkat stres dan kebahagiaan Anda secara umum di perusahaan. Bekerja keraslah untuk membina pertemanan ini, namun bersiaplah jika karena alasan tertentu hubungan Anda tidak memuaskan.

