Para Napi Eksklusif, dari Tommy Soeharto hingga Artalyita

Setiap warga negara yang kaya dan berkuasa berbeda kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan hanya warga miskin terjajah yang wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya.
Artalyta Suryani menyambut tamu pemerintah di ruang penjara ekslusif ala bintang 5 Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur (10 Jan 2010)

Ayat diatas kayaknya menjadi batu ‘pijakan agama‘ mayoritas penyelenggara negara ini, dari pejabat tinggi hingga pejabat biasa, dari zaman saya pra reformasi hingga saat ini, dari ujung utara Sumatera, hingga Timur Papua. Kekuasaan, harta, dan jabatan menjadi “Tuhan” dalam sistem hukum dan peradilan di negeri, suatu bagian yang penuh dengan intrik, suap, dan lobi.

Jauh hari sebelum pemberitaan sidak yang dilakukan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Rutan Pondok Bambu pada 10 Januari 2010 silam [1], kisah praktik KKN dan ekslusivisme para napi di penjara maupun rumah tahanan sudah menjadi bagian dari tradisi pengelolaan PENJARA (diganti nama Lembaga Pemasyarakatan) dan rumah tahanan (rutan). Meski reformasi bergulir beberapa tahun lamanya, namun alur amanat reformasi di bidang hukum dan peradilan terputus. Justru irama praktik mafia hukum dan peradilan terus berdenyut menutup suara nurani para pencari keadilan di negeri ini.

Ayin, Bukanlah Satu-Satunya Orang “Kuat” Indonesia

Praktik bandit hukum dan peradilan bisa dikatakan mengisi sejarah kemerdekaan Indonesia. Para pelakunya adalah para bandit yang melakukan tindak pidana dan para penyelenggaran negara yang berkhianat terhadap negara dan rakyat pada umum serta nurani kebenaran pada khususnya. Kisah Artalyta Suryani alias Ayin yang mendapat fasilitas hotel berbintang di Rutan Pondok Jambu hanyalah sebuah fenomena turun-temurun yang tidak pernah diselesaikan secara benar oleh penyelenggara negara, khususnya pasca reformasi 1998.

Seorang Ayin yang telah terbukti secara hukum merusak sistem hukum dengan menyuap dan mengintervensi kasus hukum Syamsul Nursalim, ternyata mendapat fasilitas super mewah bila dibanding dengan kondisi para tahanan rakyat jelata. Dengan uang Rp 200 juta, Ayin menyuap pihak Rutan Pondok Bambu untuk menyulap ‘ruang intropeksi diri’ (hakikat sejati dari penjara) menjadi ‘rumah pribadi’. Setelah itu, setiap bulan pihak Rutan mendapat setoran Rp 50 juta dari Ayin untuk ‘uang sewa’.Dengan uang Rp 50 juta per bulan tersebut, Ayin mendapat fasilitas serba mewah di dalam selnya, di antaranya AC portable, televisi layar datar, toilet duduk, double springbed, dan terkadang Ayin bisa memanggil dokter spesialis kulit ke selnya [2].

Ayin bukanlah satu-satunya orang ‘kuat’ di Indonesia. Mereka yang memiliki uang dan/atau relasi dengan petinggi negara termasuk dalam kasta ‘Ayin’. Di Rutan yang sama, Lien Marita alias Aling (kasus narkoba) mendapat fasilitas ‘hiburan malam’ berupa ruang karaoke. Yang menakjubkan, ruang karaoke itu berada di area ruang kerja Sarju Wibowo, Kepala Rumah Tahanan Negara Pondok Bambu [3].

Kisah dibalik istana penjara Ayin sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan. Diawal tahun 2000-an, para koruptor yang ditahan dapat dengan mudah melarikan diri ke luar negeri, menembus Rutan hingga petugas emigrasi di bandara. Hendra Raharja yang lari ke Australia, David Nusa Wijaya, Bambang Sutrisno, Andrian Kiki Ariawan, Djoko S Tjandra, merupakan para bandit yang berhasil kabur atas servis yang diberi oleh pejabat negara yang bermental penghianat.

Kisah lainnya adalah koruptor Bob Hasan dan Rahardi Ramelan. Bob Hasan selama mendekam di Nusa Kambangan mendapat fasilitas mewah, satu tingkat dibawah Tommy Soeharto. Rahardi Ramelan, terpidana kasus korupsi Bulog. langsung mendapat remisi hanya setelah 2 hari masuk ke LP Cipinang. Namun, diantara itu semua, kasus yang paling fenomenal lainnya adalah Tommy Soeharto, mantan narapidana kasus pembunuhan hakim agung M Syafiuddin Kartasasmita yang dibebaskan oleh pemerintah pada Oktober 2006.

Tommy Soeharto, Ekslusif Seorang Napi Pembunuh Hakim Agung

Tommy Soeharto di Lapas

Tommy Soeharto di Lapas

Tidak adanya political will dari pemerintah untuk memberantas bandit hukum dan peradilan tampak jelas ketika kasus pembunuhan hakim agung M Syafiuddin Kartasasmita (MSK) sekaligus kasus korupsi PT Goro Batara Sakti (GBS) dan Bulog atas nama Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mendapat perlakuan istimewa.

Putra bungsu Presiden Soeharto yang menjadi dalang utama pembunuhan Hakim Agung MSK ini mendapat ‘pengecualian’ hukum yang berlawanan dengan Pasal 27 ayat 1 UUD 1945. Perlakuan istimewa ini diperoleh Tommy di era pemerintahan Presiden Megawati SP di penjara, serta Presiden SBY dengan membebaskan seorang napi pembunuh setelah dikurung 1/3 masa tahanannya [4].

Selama mendekam di penjara Nusa Kambangan, Tommy Soeharto menempati kamar berukuran 5 x 6 meter yang sangat istimewa dibanding tahanan lainnya. Kamar penjara Tommy dilengkapi TV 21 inci + Indovision, kasur busa empuk, kamar mandi dan kakus sendiri. Meja kerja, kursi, dan karpet biru muda menutupi seluruh lantai. Boleh dibilang sel tahanan itu telah disulap menjadi mirip sebuah kamar hotel.

Disamping fasilitas kamar yang ekstra, Tommy diperbolehkan mendapat pelayanan ’seorang pangeran’ olenh staf dan karyawannya. Para staf dan karyawan ini bertugas melayani segala kebutuhan hidup “sang Pangeran Cendana”, dari makanan, pakaian, menerima tamu, hingga ke urusan perusahaan. Bisnis Tommy memang jalan terus. Di dalam penjara itupula, Tommy memiliki 2 kapal motor dan 2 unit mobil. Mobil L-300 biru tua bernomor polisi AB-9744-CA untuk di dalam lingkungan LP Nusakambangan, sedangkan Kijang kapsul berwarna putih dipergunakan di luar Nusakambangan.

Perlakuan istimewa diperoleh Tommy selama pemerintahan Presiden Megawati dan SBY, dari tahun 2002 hingga 2006. Dan tepat pada 30 Oktober 2006, dibawah pemerintahan SBY-JK, Tommy Soeharto dilepas bebas dari tindak pidana pembunuhan yang dilakukannya pada tahun 2001. Gelagat Tommy akan dibebaskan pada masa Presiden SBY sudah mulai terbaca ketika 6 Juni 2005, MA yang baru memberikan ‘discount 33%” hukuman pada Tommy dari 15 tahun penjara menjadi 10 tahun. Sungguh aneh, seorang pembunuh berencana terhadap seorang petingg negeri (hakim Agung MA) hanya dijebloskan 4 tahun penjara karena ia adalah anak penguasa nan kaya. Sementara, para pelaku pembunuh dari kalangan rakyat kecil, harus mendapat hukuman yang setegas dan seberat-beratnya [5].

Jangan Bermain Sandiwara dalam Pemberantasan Mafia Hukum

Jauh sebelum pemberitaan fasilitas mewah Artalyta Suryani pasca sidak yang dilakukan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (yang dibentuk Presiden SBY) di Rutan Pondok Bambu pada 10 Januari 2010, beberapa media massa seperti Kompas dan Media Indonesia telah memberitakan kritik tajam kepada diskriminasi tahanan di LP Cipinang. Bahkan harian Tempo [5] telah menulis pada 13 Juli 2003 ketika melihat perlakuan hukum yang berbeda untuk Tommy Soeharto di LP Nusakambangan.

Pada 20 September 2009, Kompas merilis berita diskriminasi yang diberikan oleh pihak lapas Klas I Cipinang, Jakarta, antara tahanan kasus umum dan kasus korupsi. Untuk napi kasus korupsi disediakan tempat khusus untuk kunjungan, yaitu di ruang administrasi keamanan dan ketertiban. Sementara untuk kasus umum, napi dengan keluarga diwajibkan bertemu di ruang kunjungan yang tersedia [6].

Salah satu napi yang tidak ingin diketahui identitasnya mengatakan, kondisi ruang pertemuan untuk kasus korupsi berbeda jauh dengan kasus umum. Ia yang sudah beberapa kali masuk ke dalam ruang administasi mengatakan, di ruang tersebut dilengkapi AC serta beberapa sofa dan bangku empuk. Mereka bebas berkunjung tanpa batasan waktu. “Napi KPK (korupsi) beda perlakuannya di sini,” kata dia. Sementara itu, ruang kunjungan napi umum hanya diembusi angin dari beberapa kipas yang terpasang di langit-langit. Bangku yang disediakan hanya bangku plastik serta jam kunjung dibatasi hanya 30 menit.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perlakuan beda bukan hanya saat kunjungan keluarga. Di kamar para tahanan kasus korupsi dilengkapi AC, kulkas, spring bed, televisi, dan fasilitas lain. Para terdakwa dan/atau terpidana koruptor ini pun bebas membawa laptop dan telepon seluler. Perlakuan yang berbeda terhadap tahanan non-korupsi atau masyarakat kelas bawah [6].

Sangatlah aneh apabila berbagai media massa yang telah berkali-kali memberitakan ketimpangan keadilan di Rutan dan LP, sementara pemerintah tidak memiliki etikad baik untuk melakukan pembenahan. Hal ini tidak tentu bertolak belakang dengan janji-janji yang pernah dikeluarkan dari mulut Pak SBY ketika mencalonkan Presiden pada tahun 2004 dan 2009 silam kemarin. Ketika mencalonkan presiden pada 2004, SBY berkoar-koar akan menegakkan hukum secara adil untuk masyarakat. Tapi, Presiden SBY tampak membisu atas perlakuan istimewa yang diberikan kepada Tommy Soeharto selama di penjara. Presiden SBY tampak membisu ketika Kompas memberitakan ruang tahanan Aulia Pohan, besannya, yang menjadi tahanan KPK yang mendapat fasilitas mewah pada September 2009 silam.

Apakah selama Aulia Pohan ditahan, tidak ada satupun keluarga SBY yang membesuk Aulia Pohan dan menyampaikan kondisi/fasilitas yang diterima para terpidana korupsi ini? Tidak pernahkah mereka membandingkan dengan kondisi para napi dari masyarakat kelas bawah? Lalu, dimanakah letak istimewanya Ayin, jika sejak lama penyelenggara telah mengetahui bahwa para koruptor dan napi kelas kakap mendapat fasilitas yang sama istimewanya?

Semoga niat pemberantasan bandit hukum dan peradilan tidak menjadi sandiwara belaka. Dan jangan lupa kasus korupsi dana non-budgeter 2004, jika ingin benar-benar memberantas mafia alias bandit hukum dan peradilan.

[1]Okezone, 10 Januari 2010
[2]Kompas, 12 Januari 2010
[3]Kompas, 12 Januari 2010
[4]Tommy Soeharto: Golkar, Koruptor & Pembunuh Hakim Syafiuddin Kartasasmita, 20 Agustus 2009
[5]Tempo : Yang Istimewa di Alcatraz Kita, 14 Juli 2003
[6]Kompas : Wah! Di LP Cipinang, Koruptor Dapat Fasilitas VIP, 20 September 2009

READ MORE - Para Napi Eksklusif, dari Tommy Soeharto hingga Artalyita

I Cried For My Brother Six Times

Aku tinggal di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil di China. Hari demi hari, kedua orang tuaku membajak tanah kering kuning dengan punggung menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku memilikinya, aku mencuri 50 sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau marah dan menyuruh aku dan adikku berlutut di depan tembok. Dengan sebuah tongkat bambu ditangannya, ayah meminta diantara kami untuk mengaku.

“Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. Aku tertegun paku dengan kepala menunduk ke bawah, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi adikku, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu telah mengecewakan ayah. Kamu layak dipukul sampai mati!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak cukup berani untuk mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya berguman, “Kedua anak kita menunjukkan prestasi yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, sudah cukup dengan membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu lemah? Bahkan jika harus ayah jual semua barang yang ad di rumah untuk menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!”

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab dengan senyumannya, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, adikku berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang sudah bertahun-tahun pecah telah diganti. Dalam rumah kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Ini semua adalah usaha adikmu yang pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Dia tersenyum menatapku dan berkata “Ini adalah kali pertama kamu membuat pacarmu ke rumah. Pacarmu adalah mahasiswa dari kota. Saya tidak kemiskinan kita menjadi penghalang hubungan kalian”.

Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berulang kali, suami dan aku mengajak kedua orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku juga tidak setuju, ia mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Ketika suamiku menjadi direktur pabriknya, kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku tersengat aliran listrik ketika ia berada diatas sebuah tangga untuk memperbaiki jaringan kabel. Akibat sengatan listrik, ia harus masuk ke rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkanlah kakak ipar, beliau baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dihadapi suamimu?”

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan sambil menangis aku berkata sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
“Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai
READ MORE - I Cried For My Brother Six Times

Tidak Menemukan Sawah, SBY Batal Diwawancara

Seekor Kerbau Membajak Sawah

“Intermezzo”

Entah kebetulan, entah kecoplosan, entah suratan takdir, seorang staf presiden SBY di Istana Kepresidenan Cipanas menyatakan bahwa Presiden SBY urung diwawancarai oleh wartawan stasiun televisi RCTI pada 1/2/2010 pagi karena tak menemukan latar belakang yang cocok, yakni sawah. Alasan ini menjadi istimewa, tatkala 28 Januari 2010 silam, aksi unjuk rasa 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II ‘dihadiri’ makhluk yang selama ini identik dengan sawah yakni kerbau Si BuYa [1].

“Wawancara dengan RCTI gagal karena Presiden ingin mendapatkan pemandangan sawah-sawah yang menjadi latar belakang wawancaranya. Akan tetapi, tidak dapat yang cocok, jadi ditunda,”
–ujar seorang staf, yang keceplosan dan didengar beberapa wartawan di Istana Kepresidenan Cipanas- -[2]

Malu dengan fakta yang disampaikan salah satu staf presiden yang kecoplosan, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah. Demi menjaga image, Pak Jubir memberi alasan berbeda dengan staf presiden. Pak Jubir menyampaikan alasan penundaan wawancara karena waktunya tidak tepat, bukan tempat yang tidak tepat. Kontradiksi pernyataan Pak Jubir semakin jauh dari realitas dari fakta bahwa pak SBY harus berpindah-pindah mencari 3 lokasi ’syuting’ yang tepat. Karena tidak ada sawah, akhirnya diputuskan ’syuting’ dilakukan berlatar taman / hutan lindung. Wawancara RCTI akhirnya berhasil dilakukan pada hari Rabu, 3 Feb 2010 bertempat di taman Istana Kepresidenan. Tema dari wawancara menyangkut swasembada pangan.

“Presiden mencari sawah yang padinya hijau royo-royo, akan tetapi sulit. Karena baru musim tanam. Jadi, diubah hari Rabu ini. Sebagai gantinya, lokasi yang dituju adalah sekitar taman dan hutan lindung di Istana Kepresidenan,”
–ujar seorang staf presiden– [3]

Demonstransi dan Simbolik Kerbau

Demonstrasi 28 Januari 2010 silam terbilang cukup ‘istimewa’. Kehadiran kerbau SiBuYa dalam demonstrasi 100 hari kerja pemerintah SBY menjadi polemik. Demonstran yang membawa kerbau dengan tujuan menyindir SBY yang selama ini terkenal lamban menuai aksi curhat dari pak Presiden. Curhat kesekian kali SBY ini disampaikan pada sambutan pertemuan menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

“Di sana ada yang teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Ada juga demo yang bawa kerbau. Ada gambar SBY. Dibilang, SBY malas, badannya besar kayak kerbau. Apakah itu unjuk rasa? Itu nanti kita bahas,”
– Presiden SBY –[4]

Ada beberapa hal yang saya setuju dengan apa yang disampaikan presiden SBY sebagai tanggapan aksi demonstrasi 28 Januari 2010.Unjuk rasa merupakan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Unjuk rasa semestinya menjadi wahana partisipasi dan kreativitas setiap warga negara dalam membangun kehidupan negara yang berdemokrasi. Sebagai wahana terakhir masyrakat untuk memberi masukan kepada pemerintah, selain melalui ajang rapat umum, diskusi atau pawai.

Kebebasan dalam unjuk rasa ini hendaknya bertanggungjawab, menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain, dilaksanakan secara damai dengan tetap menjaga keutuhan bangsa. Dan dalam hal ini, pemerintah atau objek yang menjadi sasaran demonstrasi hendaknya merespons setiap unjuk rasa dengan bijak dan merakyat. Tanpa kritik, maka akan memberi ruang bagi pemerintah menjadi otoriterian.

SBYDisini, demonstran yang meneriakin seorang pejabat negara dengan kata maling tanpa ada bukti yang jelas, tentu merupakan unjuk rasa yang tidak bertanggungjawab. Demonstran tersebut telah melangkah terlalu jauh menvonis seseorang. Ini adalah perilaku main hakim sendiri. Lebih jauh, tuduhan maling tanpa bukti merupakan fitnah. Dan tentunya, demonstrasi seperti ini jauh dari etika kepantasan dan kesantunan, terlebih dalam kultur timur, dengan ideologi Pancasila sebagai falsafah hidup negara.

Aksi demonstrasi yang tidak bertanggungjawab ini sesungguhnya dapat menurunkan nilai positif dari kemerdekaan atau kebebasan berpendapat. Perilaku demonstrasi menjadi pelik tatkala pemerintah hampir tidak pernah mendengar aspirasi para demonstran yang berdemo dengan santun. Hal-hal substansial dalam demo yang santun kurang ditangkapi. Dan parahnya media massa seperti TV justru menayangkan aksi dorong-mendorong antara polisi dan demonstran, bukan isi orasi dari demonstran.

Lebih jauh daripada itu, pesan-pesan demonstran seperti reformasi birokrasi, penangangan pasar bebas ASEAN-China, pembentukan UU pembuktian terbalik, pembangunan infrastruktur tepat berjalan mandeg bahkan tidak masuk dalam prioritas program. Sebagian demonstran pada hakikatnya ingin mempertanyakan janji-janji yang disampaikan capres SBY-Boediono kepada rakyat Indonesia. Janji bahwa pro-rakyat, mengatur anggaran negara untuk kepentingan rakyat dan efisiensi hanyalah janji-janji angin surga.

Bukannya menghemat anggaran untuk dialihkan kepada program lebih urgen, pemerintah justru mengadakan mobil dinas mewah Rp 1.2 miliar per unit (total sekitar 100 miliar) , renovasi rumah anggota DPR RI Rp 700 juta (total Rp 392 miliar), pengadaan laptop super mewah anggota dewan Rp 16 juta per unit (total Rp 9 miliar), hingga pembuatan pagar istana super mahal seharga Rp22 miliar dan rencana pembelian pesawat Boeing VIP seharga Rp 700 miliar. Belum lagi ambisi menaikan gaji para pejabat negara.

Dari sinilah, mestinya presiden SBY menanggapi hal substansi asprirasi demonstran, baru menanggapi demonstran yang tidak sopan dalam satu paket. Bila presiden hanya begitu serius menanggapi kebo “SiBuYa” yang secara eksplisit menyinggung bapak presiden, maka publik akan bertanya mengapa pak Presiden tidak menegur/sanksi kepada sikap/perbuatan Ruhut Sitompul?

Akhir kata, saya tidak ingin jika kepala negara kita, para pejabat kita yang tidak terbukti secara hukum melakukan tindakan pidana, dihina-hina atau divonis sebagai seorang kriminal. Penghinaan atau penyebutan maling kepada pejabat negara tanpa bukti merupakan ucapan yang sama sekali tidak layak, tidak pantas dan jauh dari etika. Begitu juga demonstrasi tanpa tujuan, yang hanya melakukan aksi karena dibayar merupakan aksi yang menjijikan. Kita berharap, para demonstran benar-benar memperjuangankan aspirasinya secara murni demi sebuah kebenaran. Sementara, kita berharap pemerintah mau mendengar aspirasi rakyat melalui sarana demonstrasi, sebuah alat bagi rakyat untuk berbicara kepada ’sang raja’ demi perbaikan dan kemajuan bangsa.

Sumber:
[1] Detiknews, 28 Jan 2010
[2] Kompas, 2 Feb 2010
[3] Kompas, 2 Feb 2010
[4] Detiknews, 2 Feb 2010

READ MORE - Tidak Menemukan Sawah, SBY Batal Diwawancara

Sudah 4 Kali Ruhut P Sitompul Berulah

Selama rapat berlangsung setiap anggota bersikap sopan santun, bersungguh-sungguh menjaga ketertiban, dan mematuhi segala tata cara rapat sebagaimana diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPR RI.
–Pasal 7 Kode Etik Anggota DPR RI—

Pada 27 Mei 2009 lalu, Ruhut Poltak Sitompul menyinggung perasaan etnis Arab Indonesia dengan mengatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia. Ruhut justru membanggakan Amerika Serikat sebagai penyelamat ekonomi negara Indonesia yang ia sampaikan dalam diskusi “Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres” di Gedung DPD, Jakarta.[1]Lalu, saat diskusi Bank Century 16 Desember 2009 di Jakarta, perkataan Ruhut Sitompul kembali mengundang ketidaknyaman peserta diskusi ketika ia menyinggung etnis China. Ruhut menyindir mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie dengan membawa etnis China. Peserta diskusipun menyampaikan kekecewaan pada Ruhut Sitompul. “Saya agak kecewa dengan Bang Ruhut. Tadi Anda bicara etnis. Anda mengatakan seorang tokoh Chinese. Bagi saya tidak penting apa dia itu Chinese atau pribumi, asalkan dia berpihak pada rakyat. Ini lebih baik ketimbang orang pribumi, ngaku pro rakyat, tapi korupsinya nauzubilah mindzalik. Jadi, tolong Anda klarifikasi,” protes salah satu peserta diskusi. [2]

Dalam dua peristiwa tersebut, Ruhut S mendapat kecaman luas dari masyarakat. Sebagai seorang petinggi partai yang Ketua Dewan Pembina selalu mencitrakan diri sebagai orang santun, ternyata ‘membina’ orang seperti Ruhut yang kerap mengumbar opini yang menyinggung SARA. Didalam partai tersebut, Ruhut P Sitompul, SH menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Departemen Pendidikan dan Pembinaan Politik Partai Demokrat. [3]

Belum cukup menyinggung perasaan etnis Arab dan China (Tionghoa) di Indonesia, Ruhut pada Rapat Century 6 Januari 2010 kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Ruhut yang selalu tampil berlebihan (dan memposisikan diri paling benar), mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di Gedung Senayan. Kata-kata yang tidak terhormat keluar dari anggota dewan terhormat. Ruhut Sitompul mengeluarkan kata “bangsat” kepada Prof Gayus Lumbuun setelah mereka berdua terlibat perang kata-kata di pansus. Merasa bahwa pembagian waktu yang tidak proportional, Ruhut memanggil pimpinan sidang pansus dengan “kodok”.

Berikut kutipan adu mulut kedua anggota komisi III itu:

Ruhut: Tanya sama kodok. Jangan marah-marah kodok. Engkau kan profesor.
Gayus: Anda jangan kurang ajar, jangan bawa-bawa profesor. Harusnya Pansus menegur Ruhut supaya dikembalikan di fraksinya saja karena sering bikin gaduh.
Ruhut : Anda pimpinan, Anda harus tegas…Kalau nggak senang lempar palu ke aku..
Gayus: Satu kata untuk engkau, diam kau!
Ruhut: Diam apa bangsat! brengsek! [4]

Meskipun telah 3 kali disorot oleh publik sejak posisinya di Partai-nya SBY, Ruhut tampak santai dan seenaknya menyinggung lawan bicaranya dengan kata-kata yang kurang etis. Hal ini kembali terjadi pada Rapat Pansus Hak Angket DPR RI tentang Bank Century tanggal 14 Januari 2010. Pada rapat tersebut, pansus menghadirkan mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK), SE sebagai saksi ‘kunci’.

Pada sidang pansus tersebut, JK kembali mengulang pernyataannya bahwa dana Bank Century dirampok internal. Dia juga mengaku yang memerintahkan Polri untuk menangkap Robert Tantular. Tindakan itu dilakukan, karena JK melihat Gubernur Bank Indonesia (BI) waktu itu, Boediono yang sekarang menjadi Wapres hanya diam. Begitu pun dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang juga menjabat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada saat yang sama.

Semua pertanyaan anggota Pansus dijawab JK dengan lancar dan terbuka. Giliran Partai Demokrat (PD) tiba, persoalan pun muncul. Sebagai pembicara pertama dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tidak menanyakan JK bagaimana duduk persoalan amblasnya uang triliuan, sebagaimana pertanyaan anggota Pansus lainnya. Yang dilakukan Ruhut bukanlah pertanyaan, tetapi mengadili JK bak terdakwa.

Adu argumen terjadi antara Ruhut dan JK, ketika JK menepis pernyataan Ruhut yang menyebutkan Wapres JK telah intervensi hukum. JK menyebut bahwa dirinya (Wapres) terlalu rendah jika intervensi polisi menangkap Robert Tantular, yang terjadi justru JK memerintahkan, bukan mengintervensi. Jawaban ini, langsung membuat peserta rapat dan hadirin di balkon tertawa. Hal ini tentu membuat Ruhut tidak senang. Mendapat argumen dari JK, Ruhut pun ‘menyerang’ lebih keras. Sampai saatnya, Ruhut tidak lagi memanggil JK dengan ‘Bapak”. Ruhut dengan nada yang tidak wajar memanggil JK dengan “Daeng”. Kata “Daeng” untuk identitas suku Bugis dikeluarkan dengan konteks tidak semestinya ini membuat dua anggota pansus yang berasal dari Sulawesi Selatan tersinggung.[5]

Penggunaan kata Daeng (untuk suku Bugis) dalam kondisi, relasi dan waktu tepat merupakan sapaan hormat. Namun, ketika kata “Daeng” digunakan dengan nada, intonasi dan konteks yang tidak tepat, maka “Daeng” ini menjadi kata yang merendahkan martabat seseorang. Dan pada peristiwa itu, Ruhut menggunakan “Daeng” dengan nada sinis. Sehingga wajar jika ada orang dari suku Bugis menjadi marah.

Sebenarnya panggilan Daeng untuk orang Bugis Makassar itu biasa saja. Daeng itu dipanggil untuk kakak, orang yang dihormati, sampai tukang becak pun kita panggil Daeng, atau tukang sayur. Jadi panggilan biasa. Ya memang, yang jadi soal panggilan Daeng itu tidak pada tempatnya pada saat itu karena acaranya lebih formal, kan. Kedua cara memanggilnya itu nyeleneh, ya kan?. Sehingga banyak teman-teman dari Makassar merasa tersinggung. Karena cara memanggilnya itu.

- Jusuf Kalla- [6]

Motivasi Ruhut?

Baik Ruhut maupun politikus partai Demokrat selalu membela bahwa pernyataan Ruhut yang kasar dan berbau SARA tidak dimaksudkan untuk menghina atau memicu “SARA”. Dengan alasan bahwa ia adalah orang Batak, para politisi Demokrat seolah-olah merestui sikap dan pernyataan Ruhut. Adalah lucu mengkambingkan suku Batak atas kekasaran yang dilakukan si Poltak ini. Apa semua masyarakat bodoh dan tidak tahu bahwa banyak orang Batak yang bisa berbicara halus dan santun?

Burhanuddin Napitulu (Golkar), Tifatul Sembiring (PKS), Trimedya Panjaitan (PDIP), Effendy M S Simbolon (PDIP), adalah para politisi yang berasal dari suku Batak. Namun, mereka bisa berbicara dengan halus dan santun. Dari catatan saya, mereka-mereka ini tidak/belum pernah mengeluarkan kata-kata kasar dan berbau SARA di depan publik. Seorang Darmin Nasution ataupun Marsilam Simanjutak yang hadir dalam rapat pansus Century pun bisa berbicara dengan santun di depan publik, meski ia orang Batak. Begitu Ketua Plk KPK Tumpak Hatorangan Panggabean atau pengacara Todung Mulya Lubis yang bernada halus. Oleh karena itu, mereka yang berusaha membela Ruhut atas perkataan kasar dan ’sara’ atas nama suku Batak sudah sepantasnya ‘mengaca’. Sungguhlah lucu ketika Partai Demokrat menilai kata ‘bangsat’ yang dilontarkan Ruhut ke Gayus sebagai hal yang wajar.

Pertanyaan dan persoalannya adalah mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat membiarkan Ruhut Sitompol mengumbar omongan liarnya? SBY yang terkenal teliti dan hati-hati ternyata membiarkan Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut demikian bebas dan liarnya. Dengan ‘liar’-nya mulut si Ruhut dan dalam beberapa kesempatan membuat gaduh di sidang pansus, kita perlu menduga bahwa Ruhut memang sengaja dipasang untuk mengganjal laju Pansus Hak Angket DPR.

Kejadian Ruhut membuat marah Gayus Lumbuun, menginterupsi hanya karena waktu makan siang, membuat pernyataan-pernyataan (bukan pertanyaan) pemujian berlebihan kepada ‘bos’-nya di sidang pansus serta memanggil “Daeng” dengan sinis untuk JK secara tidak langsung membuat integritas pansus semakin merosot sekaligus energi pansus tersita terhadap persoalan yang tidak substansi. Dengan sikap Ruhut saat ini, tentu laju Pansus menjadi tersendat.

**********

Para anggota dewan yang menjadi anggota pansus angket BC pada khususnya dan anggota DPR pada umumnya, mestinya sudah mengerti dan memahami hak, tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang dimiliki seorang anggota dewan terhormat. Dengan segala fasilitas dan wewenang yang dimilikinya,mestinya anggota DPR dalam mengemban dan memperjuangkan amanat penderitaan rakyat, wajib menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas DPR RI.

Mestinya seorang anggota DPR patuh dan melaksanakan kode etik yang tertuang dalam pasal 7 bahwa “selama rapat berlangsung setiap anggota bersikap sopan santun, bersungguh-sungguh menjaga ketertiban, dan mematuhi segala tata cara rapat sebagaimana diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPR RI.” [7]

Semoga para petinggi partai yang memiliki anggota dewan dengan ‘mulut liar’ tidak memberi alasan konyol bahwa perkataan kasar seperti ‘bangsat’ di sidang resmi negara adalah hal wajar!
Dan berharap agar kode etik anggota dewan ini tidak hanya menjadi formalitas belaka! Hanya digunakan untuk menghukum anggota dewan yang ‘lemah’ secara politik, namun petinggi/teras tidak tersentuh dengan kode etik tersebut.

[1]Debat Kusir Ruhut Sitompul, Permadi dan Fuad Bawazier, 27 Mei 2009
[2]Kompas, 16 Des 2009
[3]Situs Resmi Demokrat, per 18 Jan 2009
[4]MetroTVnews, 6 Jan 2009 dan Detiknews, 6 Jan 2009
[5]JakartaPress, 15 Jan 2009
[6]Kompasiana : Wawancara JK, per 18 Jan 2009
[7]Kode Etik DPR RI, per 18 Jan 2009

READ MORE - Sudah 4 Kali Ruhut P Sitompul Berulah

Kisi-Kisi Lengkap UN SMK 2010 (Teori Kejuruan Terlengkap)

logo depdiknas
Untuk mempermudah adik-adik menghadapi UN teori kejuruan SMK yang akan dilaksanakan pada Februari 2009 ini, nusantaraku membantu menyebarkan informasi yang telah dirilis di situs Direktorat PSMK pada 28 Desember 2009 silam.

Berikut ini adalah kisi-kisi UN SMK 2010 yang telah saya susun berdasarkan 12 kelompok umum jurusan SMK di Indonesia. Silahkan adik-adik memilih jurusan pada kelompok studi .

Mata Pelajaran UN Umum (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika)

Kisi-Kisi UN 2010 SMK
No Mata Pelajaran Jumlah Soal
1 Bahasa Indonesia 50 (download)
2 Bahasa Inggris 50 (download)
3 Matematika 40 (download)
4 Teori Kejuruan [Silahkan Pilih Kelompok Studi Tabel di Bawah]

Tabel di bawah ini adalah kumpulan file kisi UN SMK untuk mata pelajaran kejuruan di SMK. Silahkan pilih file untuk diunduh (download) sesuai dengan jurusan adik-adik.

Kisi-Kisi_UN_Kejuruan_2009-2010.tar.gz 133.1MB
KS.TEORI.RKYS 33.8MB
KS.TEORI.TIK 4.6MB
KS.TEORI.B&M 3.7MB
KSP.AGRI&AGRO 10.5MB
KSP.SENI,KRJ,PAR 21.4MB
KS.TEORI.KESEHATAN 2.7MB
KSP.KESEHATAN 2.6MB
KS.TEORI.PERTANIAN 10.6MB
KSP.B & M 3.5MB
KS.TEORI.SENI&KRIA 21.6MB
KSP.TIK 4.4MB
KSP.TEK &RKYS 32.7MB
Selamat belajar, semoga sukses.
Salam Sukses,
READ MORE - Kisi-Kisi Lengkap UN SMK 2010 (Teori Kejuruan Terlengkap)

Kumpulan Soal Praktikum UN SMK 2010 (Lengkap PSMK)

Berikut ini adalah kumpulan soal-soal praktikum resmi UN SMK 2010 yang dirilis oleh Direktorat PSMK Depdiknas. Masing-masing mata pelajaran terdapat 3 paket soal UN yang mana salah satunya merupakan soal yang akan diujikan langsung kepada siswa. Dengan mengerjakan semua paket (3 paket) soal dengan benar sebelum hari-H (ujian praktik), maka siswa SMK tersebut berpotensi memperoleh nilai sempurna (100 poin). Silahkan diunduh (download) soal-soal di bawah ini sesuai dengan jurusan adik-adik di sekolah.

Update 22 Januari 2010

Karena terjadi perubahan file, saat ini saya update soal-soal praktikum UN SMK 2010 terbaru. Silahkan pilih jurusan yang sesuai.

Name Size

1458 Interior Kapal 1.4MB

4063 Kria Tekstil (oke) 3.9MB

2054 Teknik Transmisi ( 4 Tahun ) 4.8MB

1058 Teknik Konstruksi Baja 3.7MB

1129 Teknik Listrik Pemakaian 5.2MB

1512 Teknologi Penyempurnaan Tekstil 4.1MB

1147 Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik 6.1MB

1298 Teknik Alat Berat 4.4MB

1032 Teknik Konstruksi Bangunan 4.4MB

2063 Teknik Komputer dan Jaringan 5.3MB

1236 Teknik Pembentukan 4.9MB

1289 Teknik Mekanik Otomotif 5.2MB

1227 Teknik Las 4.9MB

6054 Penjualan 3.7MB

1183 Teknik Elektronika Industri dan Komputer 5.8MB

3023 Keperawatan Gigi 3MB

4463 Tata Busana (oke) 5MB

3049 Farmasi 1.6MB

5014 Budidaya Ayam Pedaging (oke) 1.6MB

1583 Teknik Kontrol Mekanik 4.3MB

4258 Karawitan Jawatimuran 1.4MB

4027 Seni Rupa 1.6MB

1467 Pembuatan dan Perbaikan Badan Kapal 1.8MB

1707 Teknik Mekatronika 4.3MB

4436 Patiseri (oke) 1.6MB

1432 Gambar Rancang Bangun Kapal 4.6MB

5112 Budidaya Ikan Air Payau 4.6MB

1698 Teknologi Pencapan 4.4MB

6089 Tata Laksana Kepelabuhan 2.9MB

1156 Teknik Transmisi Tenaga Listrik 1.8MB

1049 Teknik Konstruksi Batu dan Beton 4.1MB

4356 Kria Rotan 1.4MB

4098 Kria Logam 5MB

5147 Budidaya Tanaman Hias 4.5MB

1529 Teknologi Produksi Pakaian Jadi 1.6MB

1556 Geologi Pertambangan (3 tahun) 6.7MB

5138 Pengolahan Hasil Pertanian Non Pangan 3.8MB

1174 Teknik Audio Video 4.8MB

1334 Konstruksi Rangka Pesawat Udara 6.9MB

2107 Produksi Program Pertelevisian 4.5MB

2036 Teknik Suitsing 4.4MB

5103 Budidaya Ternak Unggas (oke) 4.6MB

1112 Distribusi Tenaga Listrik 5MB

1352 Airframe Powerplant 1.4MB

5236 Budidaya Ikan Air Laut 4.6MB

4125 Seni Musik Non Klasik 4.3MB

2027 Teknik Jaringan Akses 6.8MB

4187 Seni Pedalangan Jawatimuran 1.4MB

1405 Teknologi Las Kapal 1.4MB

5058 Mekanisasi Pertanian (oke) 4.7MB

5049Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (oke) 4.8MB

4196 Seni Pedalangan Bali 1.4MB

1592 Teknik Instrumentasi Logam dan Gelas 4.7MB

4294 Karawitan Surakarta 4.2MB

5174 Budidaya Tanaman Buah Semusim (oke) 2.8MB

1636 Analisis Kimia (4 thn) 5MB

1476 Pemasangan dan Perbaikan Mesin Kapal 1.7MB

5209 Pembenihan Tanaman 5.1MB

1609 Kimia Industri (3 th) 3.8MB

4205 Seni Tari Sunda 1.4MB

4072 Kria Kulit 6.5MB

1565 Geologi Pertambangan (4 tahun) 4.4MB

1387 Elektronika Pesawat Udara 11.7MB

1263 Teknik Mekanik Industri 4.3MB

5085 Pembibitan Tanaman (oke) 4.6MB

3058 Pekerjaan Sosial 2.9MB

5156 Pengawasan Mutu 5MB

5094 Budidaya Ternak Ruminansia 4.8MB

6045 Adm Perkantoran 6.9MB

5165 Budidaya Tanaman Sayuran 3.5MB

4178 Seni Pedalangan Surakarta 1.4MB

1396 Konstruksi Kapal Baja 5.4MB

4489 Desain Interior Hotel (oke) 2.8MB

4223 Seni Tari Surakarta 4.2MB

5067 Budidaya Rumput Laut (oke) 4.7MB

1654 Teknika Kapal Niaga 4.4MB

2098 Teknik Penyiaran Radio 4.4MB

4018 Seni Murni 1.5MB

1307 Teknik Bodi Otomotif 4.7MB

5192 Pembenihan Ikan (oke) 3.6MB

1218 Teknik Pendingin & Tata Udara 4.5MB

1663 Nautika Kapal Penangkap Ikan OK 4.8MB

1725 Teknik Pengolahan Migas 1.4MB

5032 Pengolahan Hasil Pertanian (oke) 4MB

1316 Teknik Otomotif Sepeda Motor 4.6MB

1494 Teknologi Pembuatan Benang 4.7MB

4427 Restoran (oke) 1.7MB

1503 Teknologi Pembuatan Kain Tenun 4.4MB

1023 Teknik Gambar Bangunan 3.9MB

1618 Kimia Industri (4 th) 3.8MB

4445 Tata Kecantikan Kulit (oke) 5.2MB

4036 Seni Patung 4.3MB

4312 Karawitan Bali 1.4MB

1245 Teknik Pengecoran 4.6MB

1192 Teknik Elektronika Industri 4.7MB

1538 Persiapan Grafika 3MB

2116 Animasi 4.3MB

4392 Seni Teater 1.5MB

4418 Akomodasi Perhotelan 5.4MB

1343 Konstruksi Badan Pesawat Udara 4.5MB

4267 Karawitan Makassar 1.5MB

1325 Pemesinan Pesawat Udara 2.5MB

4383 Grafis 4.3MB

1627 Analisis Kimia (3 thn) 5.1MB

1645 Nautika Kapal Niaga 4.3MB

2045 Teknik Transmisi Radio 4.4MB

4365 Seni Musik Klasik 4.3MB

6018 Akuntansi 9.1MB

1369 Electrical Avionic 6.4MB

5218 Budidaya Tanaman Pangan 3.9MB

4143 Seni Tari Makassar 5.3MB

2072 Rekayasa perangkat Lunak 4.6MB

4169 Seni Pedalangan Yogyakarta 1.4MB

5183 Budidaya Tanaman Perkebunan (oke) 4.6MB

1209 Teknik Elektronika Komunikasi 1.5MB

1076 Teknik Konstruksi Kayu 4.3MB

1085 Teknik Perabot Kayu 4.9MB

4152 Seni Tari Minang 2.3MB

5076 Pengolahan Rumput Laut (oke) 3.1MB

6036 Perbankan Syariah 4.2MB

1689 Teknologi Pencelupan 4.5MB

4089 Kria Keramik 40.3MB

1272 Teknik Gambar Mesin 4.9MB

4338 Grafis Komunikasi 6.2MB

4134 Seni Tari Jawatimuran 1.4MB

4045-Seni Dekorasi 2.7MB

5227 Teknik Budidaya dan Pengolahan Perikanan 4.8MB

5023 Budidaya Ikan Air Tawar (oke) 5.1MB

1103 Teknik Instalasi Listrik 5.9MB

1547 Produksi Grafika 4.6MB

6063 Asuransi 1.5MB

4107 Kria Kayu 10.9MB

1067 Teknik Pekerjaan Finishing 3.7MB

4276 Karawitan Minang 1.5MB

1414 Instalasi Pemesinan Kapal 6.5MB

4329 Karawitan Banyumasan 1.2MB

1423 Listrik Kapal 4.5MB

4214 Seni Tari Bali 1.4MB

1485 Teknologi Pemintalan Serat Buatan 80.9MB

1254 Teknik Mesin Perkakas 3.4MB

6027 Perbankan 4.6MB

4472 Teknik Landscaping (oke) 2.8MB

1138 Teknik Listrik Industri 4.6MB

4454 Tata Kecantikan Rambut (oke) 5.1MB

3067 Farmasi Industri 4.7MB

1094 Teknik Plumbing dan Sanitasi 5.3MB

1378 Kelistrikan Pesawat Udara 6.2MB

4303 Karawitan Yogyakarta 2.4MB

2089 Multimedia 4.6MB

1165 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik 2.8MB

1752 Ototronik 5.5MB

3032 Analis Kesehatan 4.9MB

1014 Teknik Survei Pemetaan 4MB

4054 Seni Lukis 3.8MB

1574 Teknik Kontrol Proses 4.5MB

4409 Usaha Jasa Pariwisata 4.6MB

4347 Desain Komunikasi Visual 6.3MB

5129 Pengelolaan Hasil Hutan 4.4MB

6072 Koperasi 1.8MB

3014 Keperawatan 4.3MB

4249 Tari Banyumasan 1.2MB

4374 Sinematografi 3.1MB

4285 Karawitan Sunda 1.9MB

1716 Teknik Pemboran 1.4MB

4232 Seni Tari Yogyakarta 4.2MB

1743 Teknik Otomasi Industri 1.4MB

1734 Teknik Produksi Migas 1.4MB

1672 Teknika Kapal Penangkap Ikan 5.7MB

Silahkan dikerjaian soal-soal diatas. Selamat bekerja.

Sumber Lengkap: Direktorat PSMK

Untuk kisi-kisi soal teori SMK, silahkan lihat di Kisi-Kisi Lengkap UN SMK 2010 (Teori Kejuruan Terlengkap)

READ MORE - Kumpulan Soal Praktikum UN SMK 2010 (Lengkap PSMK)

Soal-Soal Persiapan UN SMP-SMA 2009

Salah hal terpenting agar sukses UN adalah dengan berlatih sebanyak mungkin soal-soal standar UN, baik soal tahun-tahun sebelumnya (UN, UAN, Ebtanas). Soal-soal UN 2009 tentu tidak jauh berbeda dengan soal-soal tahun sebelumnya. Untuk itu, agar sukses di UN, adik-adik harus banyak berlatih soal-soal.
Dibawah ini, adik-adik dapat mendownload soal-soal persiapan UN 2009 dari situs pendidikan gratis Indonesia (oke.or.id), puspendik-Depdiknas, edukasi-net, dan banksoal.com.
Silahkan klik kanan pada (download) dan simpan file dalam komputer (save link as)

Soal-Soal Latihan UN Matematika SMA
1. Latihan Matematika UN 2009 (download)
2. Soal dan Solusi UN Matematika IPS 2008 (download)
3. Soal UN Matematika 2006 (download)

Soal-Soal Latihan UN Matematika SMP
1. Latihan Matematika UN 2009 (download)
2. Soal dan Solusi UAN Matematika 2007 (download)

Info Terbaru 2009!!

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2010 Lengkap : SMA/MA, SMP/MTs dan SD/MI

************selamat mencoba************

Soal-Soal Latihan & Solusi UN SMP 2009 (banksoal.com)
1a. Latihan Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN SMP 2009 (download)
1b. Solusi Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN SMP 2009 (download)
2a. Latihan Soal Prediksi Bahasa Inggris UN SMP 2009 (download)
2b. Solusi Soal Prediksi Bahasa Inggris UN SMP 2009 (download)
3a. Latihan Soal Prediksi IPA UN SMP 2009 (download)
3b. Solusi Soal Prediksi IPA UN SMP 2009 (download)
4a. Latihan Soal Prediksi Matematika UN SMP 2009 (download)
4b. Solusi Soal Prediksi Matematika UN SMP 2009 (download)

**Ingat!!! Ini hanya soal latihan, bukan Soal yang Akan Keluar di UN 2009.

Soal-Soal Latihan & Solusi UN SMA 2009 IPA (banksoal.com)

1. Latihan Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN SMA2009 (download)
2. Latihan Soal Prediksi Bahasa Inggris UN SMA 2009 (download)
3. Latihan Soal Prediksi Matematika UN SMA 2009 (download)
4. Latihan Soal Prediksi Fisika UN SMA2009 (download)
5. Latihan Soal Prediksi Kimia UN SMA2009 (download)
** Kunci Jawaban Soal Latihan Prediksi UN SMA IPA 2009 (download)

**Ingat!!! Ini hanya soal latihan, bukan Soal yang Akan Keluar di UN 2009.

Soal-Soal Latihan & Solusi Prediksi UN SMA 2009 IPS (banksoal.com)

1. Latihan Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN SMA2009 (download)
2. Latihan Soal Prediksi Bahasa Inggris UN SMA 2009 (download
3. Latihan Soal Prediksi Matematika UN SMA 2009 (download)
4. Latihan Soal Prediksi Sosiologi UN SMA2009 (download)
5. Latihan Soal Prediksi Geografi UN SMA2009 (download)
** Kunci Jawaban Soal Latihan Prediksi UN SMA IPS 2009 (download)

**Ingat!!! Ini hanya soal latihan, bukan Soal yang Akan Keluar di UN 2009.

************selamat mencoba************

Kumpulan Bank Soal UN 2003/2004 Untuk SMP, SMA IPA/IPS/Bahasa, dan SMK
Silahkan download disitus puspendik (KLIK SINI)

Bank Soal Online Lengkap (SMP, SMA)
Mau mencoba mengerjain soal-soal ujian SMP dan SMA secara online serta langsung mendapatkan hasilnya???
Silahkan kunjungi : e-dukasi.net (KLIK SINI)

Selamat berlatih. Semoga sukses.

Tambahan
Soal Prediksi UASBN SD 2009

  • Latihan Soal Prediksi Matematika UASBN SD 2009 (download)
  • Latihan Soal Prediksi IPA UASBN SD 2009 (download)
  • Latihan Soal Prediksi Bahasa Indonesia UASBN SD 2009 (download)

**Ingat!!! Ini hanya soal latihan, bukan soal yang Akan Keluar di UN 2009.

Soal Prediksi + Pembahasan UN SMA IPA 2009 Lengkap (Bank Soal)
READ MORE - Soal-Soal Persiapan UN SMP-SMA 2009

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2010 Lengkap : SMA/MA, SMP/MTs dan SD/MI

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah dipercepat menjadi minggu ke-3 Maret 2009. Informasi pelaksanaan UN SMP-SMA 2010 didasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional No 74 dan 75 tahun 2009 tentang UASBN SD/MI serta Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMK Tahun Pelajaran 2009/2010. Peraturan ini ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Prof. Bambang Sudibyo pada 13 Oktober 2009, seminggu sebelum diganti dengan Mendiknas Prof. Muh Nuh Kabinet Indonesia Bersatu II.

Jadwal tahun 2010 ini lebih cepat dari UN yang biasanya berlangsung pertengahan April. Hal ini disebabkan UN 2010 akan dilaksanakan 2 kali yakni terdiri dari UN utama dan UN ulangan. Siswa yang tidak lulus pada UN utama, bisa mengulang pada UN tahap kedua (enak dong..diberi kesempatan 2 kali).. UN ulangan dilaksanakan setelah pengumuman UN utama atau tepatnya 8 minggu setelah pelaksanaan UN utama. Berikut periode pelaksanaan UN 2010 :

  • Tingkat SMA/MA, SMALB, dan SMK :
    • UN Utama : 22 – 26 Maret 2010
    • UN Ulangan : 10 – 14 Mei 2010
  • Tingkat SMP/MTs dan SMPLB
    • UN Utama : 29 Maret – 1 April 2010
    • UN Ulangan :7 – 20 Mei 2010
  • Tingkat SD/MI
    • UN Utama : 4 – 6 Mei 2010

UN SMA/MA 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMA dan MA 2010.

UN 2010 SMA Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Fisika 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Kimia 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010
6 Biologi (II) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010





UN 2010 SMA Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Ekonomi 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Sosiologi 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010
6 Geografi (II) 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010





UN 2010 SMA Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Sastra Indonesia 40 120 menit Kamis, 25 Maret 2010
5 Sejarah /Antro (I) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010
6 Bahasa Asing Pilihan 40 120 menit Jum’at, 26 Maret 2010





UN 2010 SMK



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Teori Kejuruan - - -





UN 2010 MA




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 23 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 Ilmu Tafsir 40 120 menit Jum’at, 25 Maret 2010
5 Ilmu Hadist 40 120 menit Kamis, 26 Maret 2010
6 Ilmu Kalam (II) 40 120 menit Senin, 22 Maret 2010

UN SMP / MTs 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMP dan MTs 2010

UN 2010 SMP/MTs




No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 29 Maret 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa,30 Maret 2010
3 B. Inggris 50 120 menit Rabu, 31 Maret 2010
4 IPA 40 120 menit Kamis, 1 April 2010

UASBN SD/MI 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UASBN Utama Tingkat SD dan MI 2010.

UN 2010 SD/MI




No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 4 Mei 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa, 5 Mei 2010
3 IPA 40 120 menit Rabu, 6 Mei 2010

Keterangan:

  • Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)
  • UN dilaksanakan mulai pukul 08.00-10.00 untuk setiap sesi pelajaran, dan kecuali mata pelajaran ke-2 (II) untuk tingkat SMA/MA yang dilaksanakan pada hari Senin bersama mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Standar Kelulusan UN 2010

Standar kelulusan UN 2010 sebenarnya sama dengan UN tahun 2009 yakni peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK tahun 2010 dinyatakan lulus jika:

  1. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
  2. khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

Catatan Penting!

Pihak sekolah dilarang memungut biaya pelaksanaan UN, karena semua biaya penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. Mohon untuk menjadi perhatian para guru dan pihak sekolah agar tidak mencoba-coba memungut biaya UN. Dan bagi adik-adik pelajar, jangan sekali-kali mau membayar biaya UN. Dan jika adik-adik menemukan hal ini, segera lapor ke sini karena merupakan tindakan koruptif.

Kabar Baru! (Update) : UN Campur Batal

Pada tanggal 7 Desember 2009, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Djemari Mardapi menyatakan bahwa pelaksanaan UN campur (exchange place) pada 2010 batal dilaksanakan. Hal ini dikarenakan setelah dievaluasi dan disimulasi, UN campur itu hanya mungkin dilakukan di perkotaan. Sehingga BSNP tidak bisa memperlakukan hanya campur hanya di untuk siswa di perkotaan. Akhirnya BSNP dan Depdiknas sepakat tidak melaksanakan UN campur pada 2010 (Kompas).

Selamat belajar dengan sungguh-sungguh. Semoga Sukses dengan prestasi gemilang!

Salam Sukses,
ech-wan, 14 Nov 2009

Referensi :

Berita Terbaru : Mahkamah Agung Larang Ujian Nasional (UN) 2010

Update (30 Jan 2010) : Cara Melaporkan Sekolah yang Memunggut Biaya UN

Semua siswa yang akan mengikuti UN, baik swasta maupun negeri, diharapkan tidak membayar biaya UN sepersen pun, karena ini telah menjadi tanggung-jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Biaya UN akan dikirim pemerintah pusat + daerah ke sekolah masing-masing.

Apabila terjadi pemungutan biaya, harap melaporkan kepada

  • Kepala Dinas Pendidikan setempat,
  • Lembaga Ombudsman RI

Ombudsman Republik Indonesia
Jl. Ir. H. Djuanda No. 36 Jakarta Pusat
Telp : +62 21 351 0071

Dan 4 Kantor Perwakilan lainnya (untuk lengkap silahkan SINI)

  • Indonesia Corruption Watch (ICW) di 021-7901885 atau email icw@antikorupsi.org

Untuk melaporkan pemungutan liar tersebut, mohon lampirkan barang bukti pembayaran (kuintansi) yang dimaksudkan untuk biaya UN atau barang bukti sejenisnya untuk ditindaklanjuti. !!

READ MORE - Jadwal Ujian Nasional (UN) 2010 Lengkap : SMA/MA, SMP/MTs dan SD/MI